Presiden Como 1907 asal Indonesia, Mirwan Suwarso, mengaku terkejut timnya menembus Liga Champions lebih cepat dari target, serta membahas masa depan Fabregas dan Nico Paz. (Foto: Getty images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Keberhasilan Como 1907 mengamankan tiket ke kompetisi elite Liga Champions musim depan menjadi salah satu kejutan terbesar di sepak bola Italia.
Presiden Como, Mirwan Suwarso, secara terbuka mengakui bahwa pencapaian luar biasa ini bahkan turut mengejutkan jajaran manajemen klub.
Klub berjuluk I Lariani itu diketahui masih berkutat di kasta ketiga (Serie C) ketika pengusaha asal Indonesia beserta keluarganya mengambil alih kendali dan membangun ulang klub.
Namun, hanya dalam waktu dua tahun setelah promosi dari Serie B, Como kini sukses bertengger di peringkat keempat Serie A dan berhak melaju ke kompetisi antarklub terbesar di Eropa.
“Ini merupakan perjalanan yang sangat unik, karena kami datang dengan rencana lima hingga 10 tahun. Target untuk tampil di Eropa selalu menjadi tujuan jangka panjang, namun mengejutkan bahkan bagi kami sendiri bahwa kami mencapainya lebih awal dari jadwal,” ungkap Mirwan Suwarso kepada Sky Sport Italia.
“Tentu saja, hal itu terjadi karena ada begitu banyak orang yang bekerja bersama dan mencapainya secara bersama-sama,” tambahnya.
Mentalitas Juara dan Masa Depan Cesc Fabregas
Sosok kunci di balik kesuksesan ini tentu saja sang pelatih, Cesc Fabregas. Datang ke klub awalnya sebagai pemain, Fabregas langsung terjun ke dunia manajerial meski saat itu belum memiliki lisensi kepelatihan penuh.
Perannya begitu krusial, hingga ia turut mendesain pusat pelatihan klub bersama arsitek, serta membawa investasi pribadi bersama mantan rekan-rekan setimnya.
“Dengan melibatkan orang-orang seperti Cesc (Fabregas), Thierry Henry, dan Raphael Varane, kita berbicara tentang tiga pemenang yang membawa budaya juara ke lingkungan kami,” puji Suwarso.
“Hal yang paling diakui adalah keyakinan kami; kami tahu segalanya mungkin terjadi, dan ada atmosfer (positif) yang menular.”
Keberhasilan ini membuat nama Fabregas mulai dikaitkan dengan sejumlah klub besar Eropa yang ingin membajaknya. Menyikapi hal tersebut, pihak Como menyadari bahwa mereka tidak bisa mempertahankan sang pelatih di luar kehendaknya.
“Hanya dia (Fabregas) yang mengendalikan masa depannya, tidak ada dari kami yang akan pernah tahu takdir seseorang, jadi terserah Cesc apa yang ingin dia lakukan,” tegas Suwarso.
Nasib Nico Paz dan Klausul Real Madrid
Selain masalah pelatih, Suwarso juga menghadapi situasi yang lebih rumit terkait masa depan gelandang muda andalan mereka, Nico Paz.
Pemain asal Argentina itu dibeli dari Real Madrid dengan harga €6 juta, namun raksasa Spanyol tersebut memiliki klausul pembelian kembali (buy-back clause) senilai hingga €11 juta.
Pertanyaannya, apakah sang pemain akan bertahan di Como musim panas ini atau kembali ke ibukota Spanyol?
“Hanya Real Madrid yang bisa menjawab hal itu, karena kami memang memiliki sang pemain, tetapi semua orang tahu Real Madrid punya klausul pembelian kembali atas dirinya,” jawab Suwarso diplomatis.
Alih-alih khawatir, Suwarso memandang kesepakatan tersebut dari sudut pandang yang positif.
“Kami selalu berusaha memandang kehidupan dengan cara yang sangat positif. Mungkin dua tahun lalu kami tidak akan pernah bisa memiliki pemain seperti Nico bersama kami. Berkat kemurahan hati Madrid, yang memberikan kami pinjaman dan kemudian membayar kami, ini adalah kesepakatan yang bagus,” pungkasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













