Pandji Sebut Gibran seperti Orang Mengantuk, Tompi: Saya tak Ada Urusan

Pandji Sebut Gibran seperti Orang Mengantuk, Tompi: Saya tak Ada Urusan

Basuki Medium.jpeg

Selasa, 6 Januari 2026 – 11:35 WIB

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) saat beraudiensi dengan artis dan pelaku industri kreatif, Tompi (kanan) hingga Raffi Ahmad di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (5/1/2026). (Foto: Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden)

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) saat beraudiensi dengan artis dan pelaku industri kreatif, Tompi (kanan) hingga Raffi Ahmad di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (5/1/2026). (Foto: Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Komika Pandji Pragiwaksono yang menyinggung penampilan fisik Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka sebagai bahan candaan dalam materi stand-up comedy miliknya menjadi sorotan publik. Musisi sekaligus dokter bedah, Tompi, yang diketahui sebagai pendukung Gibran pada Pilpres 2024, menegaskan dirinya tak punya urusan pribadi dengan Pandji.

Pernyataan Tompi tersebut berkaitan dengan pertunjukan stand-up comedy Pandji yang ditayangkan dalam sebuah platform streaming berjudul “Mens Rea”. Dalam salah satu segmen pertunjukan itu, Pandji menyebut Wapres Gibran terlihat seperti orang mengantuk.

“Saya klarifikasi dulu bahwa saya dan Pandji itu berteman. Walaupun dalam beberapa kali urusan politik kita tidak selalu satu ‘track’, tapi kita temenan. Saya baik-baik aja sama dia, dan enggak punya personal issue, tidak ada urusan pribadi,” ujar Tompi di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Tompi mengakui dirinya pernah berkarya bersama Pandji, bahkan berdiskusi termasuk pada topik politik.

Setelah menyaksikan pertunjukan stand-up comedy berdurasi dua jam lebih itu, Tompi pun sepakat dengan materi yang dibawakan Pandji yang mengulas kondisi politik di Tanah Air.

“Hampir semuanya, secara umum saya setuju dengan kontennya. Seratus persen benar. Saya setuju dengan kontennya. Kegelisahannya itu adalah kegelisahan kita semua. Dan dia berhasil menyampaikan pesan itu dengan baik, gitu. Saya cuma menyayangkan satu hal aja,” tutur Tompi.

Meski sepakat dengan materi yang dibawakan Pandji, Tompi menyayangkan kritik terhadap tokoh politik justru menyerang pada penampilan fisik seseorang. Ia menilai kritik seharusnya diutarakan pada kinerja atau kebijakan seseorang, bukan pada penampilan fisiknya.

Tompi yang berprofesi sebagai dokter bedah plastik itu pun menjelaskan penampilan mata mengantuk yang dimiliki Gibran merupakan kondisi yang anatomis yang bersifat bawaan sejak lahir, dan memiliki istilah medis disebut ptosis.

Menurut Tompi, orang dengan kondisi mata ptosis mempunyai kelopak mata yang turun ke bawah, sehingga menyebabkan penglihatan orang tersebut tidak maksimal.

“Ptosis itu otot levator (kelopak mata) kepanjangan turun ke bawah, jadi mata dia tertutup, bukaan matanya tidak maksimal. Pada orang dewasa yang kasus seperti Pak Gibran, Pak Wapres, itu kondisi ptosisnya tidak terlalu berat,” ujar Tompi.

Adapun pernyataan dr. Tompi ramai di media sosial setelah ia mengunggah pendapat pribadinya tentang pertunjukan stand-up comedy spesial ke-sepuluh dari Pandji Pragiwaksono yang berjudul “Mens Rea”.

Dalam unggahan di akun instagram pribadinya @dr_tompi, Tompi menyampaikan kritik bahwa menertawakan kondisi fisik seseorang, apa pun konteksnya, bukanlah bentuk kritik yang cerdas.

“Kritik boleh, satire boleh, humor pun sah, namun merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir,” tulisnya dalam keterangan foto.

Kritik Tompi mendapat respons langsung dari Pandji Pragiwaksono melalui kolom komentar. Sang komika tidak menunjukkan keberatan, justru menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan.

Visited 2 times, 1 visit(s) today