Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026) malam.(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) merespons pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, yang ramai diperbincangkan di media sosial terkait Nahdlatul Ulama (NU) dan HMI.
Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda PB HMI Abdul El Hakim menegaskan NU dan HMI memiliki kesamaan mendasar, terutama dalam hal keislaman dan keindonesiaan.
Ia menilai persoalan kepemimpinan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya tidak dapat dikaitkan dengan latar belakang organisasinya sebagai alumni HMI.
“Di NU dan HMI punya kesamaan mendasar dalam hal keislaman dan keindonesiaan. Adapun jika menurut Muhaimin Iskandar soal kepemimpinan Gus Yahya yang gagal ya itu person-nya beliau, bukan karena beliau alumni HMI,” kata El Hakim kepada Inilah.com, Rabu (2/9/2026).
El Hakim menegaskan HMI memiliki sumbangsih dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Menurutnya, banyak alumni HMI yang turut berperan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menduduki sejumlah jabatan strategis di pemerintahan.
“Faktanya HMI punya sumbangsih besar untuk bangsa ini mulai dari turut serta membubarkan PKI dan menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya.
Ia juga menyinggung banyaknya alumni HMI yang berada di pemerintahan, termasuk dalam Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Di pemerintahan mulai dari pusat sampai ke daerah-daerah juga banyak alumni HMI yang menduduki jabatan strategis. Kabinet Pak Prabowo-Gibran ini alumni HMI yang paling banyak menjadi menteri dan wakil menteri,” jelas El Hakim.
Sementara itu, Ketua Umum PB HMI Bagas Kurniawan melalui akun Instagram resmi PB HMI @officialpbhmi menekankan NU merupakan organisasi yang memberikan kesejukan dan tuntunan bagi umat Islam di Indonesia.
“NU menyentuh seluruh sendi kehidupan dari buruh hingga pengusaha, dari petani hingga pejabat tinggi, dari pelosok desa hingga lorong kampus,” ujar Bagas.
Bagas juga menekankan pentingnya nilai inklusivitas yang selama ini menjadi bagian dari NU. Menurutnya, NU hadir untuk membawa rahmat dan kedamaian bagi seluruh pihak.
“NU hadir sebagai Rahmatan Lil ’Alamin bukan Rahmatan Lil Muhaimin,” sebutnya.
Ia berharap NU terus menjadi organisasi yang menebarkan harmoni serta menjauhkan kehidupan masyarakat dari kebencian.
“Semoga NU senantiasa menjadi lentera yang menyingkap kegelapan, menabur harmoni dan menuntun umat menuju kehidupan yang teduh dalam kedamaian, jauh dari bayang-bayang kebencian,” ujar dia.
Sebelumnya, potongan pernyataan Cak Imin yang menyebut NU terpuruk karena dipimpin alumni HMI ramai beredar di media sosial.
Cak Imin kemudian melalui akun X-nya menjelaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan candaan internal.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.







