Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar yang biasa disapa Cak Imin di Istana Presiden, Jakarta, Minggu (31/8/2025). (Foto: Inilah.com/Vonita).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Keselamatan para santri menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto, menyusul insiden ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
Persoalan ini menjadi salah satu bahasan dalam rapat terbatas di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Minggu (5/10/2025) malam. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin diperintahkan turun tangan mengecek semua struktur bangunan pondok pesantren.
“Presiden memerintahkan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar beserta jajaran kementeriannya untuk memeriksa sekaligus memperbaiki pondok pesantren resmi yang perlu dicek kekuatan struktur bangunannya, serta memberikan bantuan dan menekankan kepada pemilik pondok untuk memperhatikan betul proses renovasi atau pengembangan gedung bila hendak membangun pondoknya,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Keprihatinan Presiden atas insiden memilukan itu juga disampaikan oleh jajarannya yang lain. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa tragedi di Ponpes Al Khoziny telah menjadi perhatian khusus sang pemimpin negara.
“Beliau memonitor terus, makanya Beliau kemudian memerintahkan kepada para menteri terkait, dan gubernur, wakil gubernur untuk memberikan perhatian,” kata Pras.
Lebih lanjut, Prasetyo Hadi menyampaikan, langkah yang diambil bukan hanya sekadar pemeriksaan insidental. Presiden menginginkan sebuah evaluasi yang menyeluruh terhadap seluruh kompleks pondok pesantren di tanah air, dengan fokus utama pada aspek keamanan dan keselamatan penghuninya.
“Evaluasi ke depan semua pondok pesantren kami harapkan segera didata dan dipastikan keamanan dari sisi bangunan-bangunan, infrastruktur di pondok (pesantren) masing-masing,” sambung Pras.
Tragedi yang memilukan ini berawal pada Senin (29/9/2025) sore, ketika sebuah gedung tiga lantai yang juga digunakan sebagai musala di Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, tiba-tiba ambruk.
Saat itu, ratusan santri sedang khusyuk melaksanakan salat Ashar berjemaah di dalam gedung yang ironisnya masih dalam tahap pembangunan.














