Presiden Prabowo Subianto dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta, Minggu (28/6/2026). (Foto: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Presiden Prabowo Subianto menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, hari ini, serta telah menerima sejumlah usulan dari rektor dan ilmuwan.
“Saya terima daftar usulan dan daftar pertanyaan yang tadi disampaikan, cukup banyak. Saya janji, satu-satu akan saya perhatikan,” ujar Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan KSTI di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (28/6/2026).
Menurut Prabowo, dirinya terus memantau jalannya sarasehan yang dilakukan hingga Sabtu malam (27/6/2026) dan melihat kegiatan bertukar pandangan itu berjalan positif.
Hal itu sesuai dengan keyakinan Kepala Negara bahwa seluruh potensi bangsa harus bersatu dan membahas segala pemikiran serta inisiatif untuk memastikan kemajuan bangsa Indonesia.
Sampaikan Apresiasi
Lebih lanjut Prabowo menyampaikan apresiasi atas usulan dan masukan yang diberikan oleh para akademisi dan ilmuwan tersebut.
“Sebagai contoh, usul alokasi beasiswa doktor bagi dosen, baik di perguruan tinggi maupun swasta, dan sebagainya. Ini usul yang sangat baik, ini akan kita tindak lanjuti,” ungkap Prabowo.
Terdapat juga usulan mengenai dukungan biaya riset, termasuk mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengalokasikan sebagian laba mereka untuk riset dan inovasi.
Dalam kesempatan itu juga diusulkan terkait strategi pengolahan bahan baku menjadi produk akhir dan kerja sama dengan institusi luar negeri serta menggandeng kampus-kampus universitas yang melibatkan berbagai jurusan dari beragam daerah.
Sarasehan Kebangsaan sendiri sudah berlangsung selama 26-28 Juni 2026, dengan mengusung tema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia”.
Rangkaian kegiatan meliputi simposium dan diskusi panel mengenai pertanian, energi, ekonomi dan keuangan, ketahanan pangan, kelautan dan perikanan, hilirisasi, serta industri.
Kegiatan Sarasehan Kebangsaan itu diikuti sekitar 2.600 rektor, dosen, peneliti, ilmuwan, dan perwakilan perguruan tinggi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














