Pramono Mendadak Naikkan Obligasi DKI Jadi Rp5,2 Triliun, Ternyata Tergiur Ini

Pramono Mendadak Naikkan Obligasi DKI Jadi Rp5,2 Triliun, Ternyata Tergiur Ini

Icon_INILAH GOLD.png

Kamis, 6 Agustus 2026 – 20:31 WIB

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Foto: Antara/Reno Esnir)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Foto: Antara/Reno Esnir)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Belum juga terealisasi, Gubernur DKI, Pramono Anung menaikkan nominal obligasi daerah yang bakal diterbitkan Pemprov DKI. Semula Rp3,5 triliun dikerek naik menjadi Rp5,2 triliun.

Rencana penerbitan obligasi ini, masih dalam tahap persiapan dan ditargetkan diluncurkan pada Juni 2027. Ternyata, masih lama. Gubernur Pramono menyampaikan, keputusan menaikkan nilai obligasi daerah menjadi Rp5,2 triliun, diputuskan usai pembahasan bersama DPRD DKI Jakarta.

“Saya meyakini bahwa nantinya kalau kemudian Jakarta akan meluncurkan itu yang rencananya setelah pembahasan dengan DPRD Provinsi DKI Jakarta angkanya menjadi 5,2 triliun,” ujar Pramono di Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).

Pramono mengatakan, seluruh dana itu akan difokuskan untuk membiayai pembangunan LRT Jakarta rute Manggarai-Dukuh Atas guna memperkuat konektivitas transportasi massal di Jakarta. “Karena untuk pembangunan LRT dari Manggarai ke Dukuh Atas,” ucap Pramono.

Menurut Pramono, penerbitan obligasi daerah DKI Jakarta ini dimungkinkan akan menjadi role model daerah lain.  “Sehingga dengan demikian model ini akan bisa menjadi role model juga bagi daerah lain dan saya meyakini itu akan membawa dampak yang positif bagi keuangan Jakarta juga,” kata Pramono.

Pramono menegaskan, keputusan menaikkan nilai obligasi tersebut didasarkan pada kondisi fiskal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dinilai sangat sehat.

Bahkan, menurutnya, kemampuan keuangan daerah sebenarnya memungkinkan untuk menerbitkan obligasi dengan nilai yang jauh lebih besar. “Karena keuangan Jakarta itu sebenarnya sehat banget. Dan kami kalau bisa sampai dengan Rp20 triliun pun bisa,” ungkap Pramono.

“Untuk itu tapi supaya keuangannya tetap sehat dan apa yang menjadi kekhawatiran salah satunya dari Bapak Mendagri jangan sampai ini menjadi beban Gubernur setelah saya, maka memutuskan maksimum adalah di angka yang 5,2 triliun,” sambungnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 5 times, 1 visit(s) today