Presiden FIFA Pertimbangkan Piala Dunia Digelar Maret atau Oktober

Presiden FIFA Pertimbangkan Piala Dunia Digelar Maret atau Oktober

Ibnu Medium.jpeg

Jumat, 10 Oktober 2025 – 07:54 WIB

Gianni Infantino tampil di Global Citizen Festival 2025 di Great Lawn, Central Park, pada 27 September 2025 di New York City. (Foto: Taylor Hill/Getty Images)

Gianni Infantino tampil di Global Citizen Festival 2025 di Great Lawn, Central Park, pada 27 September 2025 di New York City. (Foto: Taylor Hill/Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden FIFA Gianni Infantino menilai dunia sepak bola perlu lebih fleksibel dalam menentukan waktu penyelenggaraan turnamen besar seperti Piala Dunia. 

Ia menegaskan bahwa olahraga global ini tidak seharusnya terpaku pada tradisi lama yang selalu menggelar turnamen akbar pada musim panas di belahan bumi utara.

“Jika kita ingin bermain pada waktu yang sama di seluruh dunia, maka kita bisa bermain pada Maret atau Oktober,” ujar Infantino dalam pidatonya di Sidang Umum Klub Sepak Bola Eropa di Roma, dikutip dari The New York Times, Jumat (10/10/2025).

“Pada Desember tidak semua wilayah bisa bermain, dan pada Juli juga ada bagian dunia yang tidak memungkinkan,” lanjutnya.

Pernyataan ini muncul di tengah perdebatan panjang seputar jadwal penyelenggaraan turnamen elite dunia. Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi titik awal perubahan besar setelah dipindahkan ke November–Desember untuk menghindari panas ekstrem di kawasan Teluk. 

Meski sempat dikritik karena mengganggu kalender liga-liga Eropa, turnamen tersebut dinilai sukses dan justru menghasilkan kompetisi dengan pemain yang tampil lebih segar.

Menuju Piala Dunia 2034 di Arab Saudi

Dengan Arab Saudi telah ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034, banyak pihak meyakini turnamen tidak akan kembali ke jadwal tradisional musim panas. 

Sumber internal FIFA memperkirakan jadwalnya akan digeser ke musim dingin, bahkan mungkin awal 2035, guna menghindari benturan dengan bulan suci Ramadan yang jatuh pada November–Desember 2034.

“Ini bukan hanya tentang satu Piala Dunia, tapi refleksi umum,” kata Infantino. 

“Bahkan bermain di beberapa negara Eropa pada Juli sangat panas. Jadi mungkin kita perlu berpikir lebih terbuka soal bulan terbaik untuk sepak bola,” lanjutnya.

Kalender Global yang Padat dan Diperdebatkan

Kalender pertandingan internasional FIFA saat ini telah ditetapkan hingga 2030, tetapi pembahasan untuk periode berikutnya sudah lama menjadi sorotan. Tahun lalu, sejumlah liga top Eropa dan asosiasi pemain FIFPro Europe melayangkan keluhan ke Komisi Eropa, menuding FIFA kurang berkonsultasi soal penjadwalan kompetisi global, termasuk Piala Dunia Antarklub yang kini dihelat pada Juni–Juli.

Menanggapi tudingan tersebut, FIFA menegaskan telah melakukan konsultasi secara “komprehensif dan inklusif” dengan semua pihak terkait. Namun, kritik terhadap kepadatan kalender dan risiko kelelahan pemain tetap menjadi isu utama di level klub dan federasi nasional.

Dalam pidatonya, Infantino juga memuji kesuksesan Piala Dunia Antarklub edisi terbaru di Amerika Serikat dan membuka peluang untuk memperluas format turnamen itu di masa depan. “Turnamen itu menunjukkan potensi besar sepak bola global dan dukungan luar biasa dari para penggemar,” ucapnya.

Pernyataan Infantino menandakan arah baru FIFA menuju tata kelola sepak bola dunia yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim, geografis, dan kalender kompetisi. Satu hal yang pasti: tradisi lama musim panas mungkin tak lagi menjadi patokan tunggal bagi pesta sepak bola terbesar sejagat.

Topik
Komentar

Visited 1 times, 1 visit(s) today