Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (tengah) saat Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2026).(Foto: inilah.com/Reyhaanah Asya)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berkembang di awal 2026.
Hingga 19 Januari 2026, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi mencapai 21.102 unit, meningkat dari 19.188 SPPG saat peluncuran program tahun 2026 pada 8 Januari lalu.
“Perlu ibu bapak ketahui hari ini jumlah SPPG kita per tanggal 19 Januari malam itu kurang lebih 21.102 SPPG dan sudah bisa menjangkau 88,3 juta penerima manfaat,” kata Dadan saat rapat bersama Komisi IX di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026)
Ia menambahkan, dengan dana operasional harian program tercatat mencapai Rp855 miliar. Dari sisi anggaran, realisasi belanja MBG hingga 19 Januari 2026 mencapai Rp17,398 triliun atau mendekati Rp18 triliun.
“Jadi ini mungkin salah satu badan setara kementerian yang sudah merealisasikan anggaran sebesar itu dan ini uang turun langsung dari kas negara ke SPPG-SPPG,” tuturnya.
Ia menjelaskan, 70 persen digunakan untuk membeli bahan baku, 20 persen untuk membiayai operasional termasuk gaji relawan, dan 10 persen untuk insentif bagi seluruh mitra yang bergabung dalam program MBG.
Dadan menegaskan, seluruh SPPG yang telah berdiri dan beroperasi saat ini sepenuhnya dibangun oleh mitra, tanpa menggunakan anggaran negara untuk infrastruktur.
“Perlu saya sampaikan 21.102 SPPG yang sudah berdiri dan operasional 100 persen dibiayai oleh mitra. Jadi belum ada uang negara di dalam pembangunan infrastruktur BGN untuk SPPG,” pungkasnya.










