Purbaya Guyur Lagi Bank Himbara Rp400 Triliun demi Jaga Likuiditas

Purbaya Guyur Lagi Bank Himbara Rp400 Triliun demi Jaga Likuiditas

Clara Medium.jpeg

Jumat, 26 Juni 2026 – 18:40 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Inilah.com/Clara Anna)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Inilah.com/Clara Anna)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali mengambil langkah taktis untuk menjaga stabilitas sektor keuangan. Pemerintah memutuskan untuk menempatkan lagi dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah ini diambil guna mempertebal likuiditas perbankan pelat merah yang sempat dikabarkan mengering pascapenahanan dana sebelumnya.

“Karena atas permintaan beberapa pihak suruh tarik, ya saya tarik. Rupanya jadi kering dan enggak ada sumber uang lagi. Jadi saya kembalikan lagi,” ujar Purbaya kepada wartawan di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2026).

Guyur Dana Lebih Besar

Purbaya menjelaskan, alih-alih memangkas penempatan, pemerintah justru mengembalikan dana SAL tersebut dengan jumlah yang jauh lebih besar. Alhasil, total dana SAL yang saat ini ‘parkir’ di bank Himbara menyentuh angka fantastis, yakni Rp400 triliun.

Terkait durasi penempatan, Menkeu merinci bahwa tenor uang tersebut bervariasi. Mulai dari jangka pendek tiga hingga empat bulan, tenor akhir tahun, hingga skema yang bersifat fleksibel.

“Kemarin sudah diambil (Rp130 triliun), jadi tinggal Rp170 triliun di sana. Saya kembalikan lagi, ditambah Rp100 triliun lagi. Jadi total Rp400 triliun. (Untuk tenornya) Rp200 triliun jangka panjang, ditambah Rp100 triliun jangka 3-4 bulan, dan yang Rp100 triliun fleksibel,” bebernya secara rinci.

Redam Kepanikan Pasar

Purbaya tidak menampik bahwa sempat muncul riak kepanikan di pasar saat pemerintah mulai menarik dana SAL dari bank-bank Himbara. Oleh karena itu, melalui guyuran dana segar ini, ia berharap roda perekonomian nasional tetap berputar kencang sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah bergerak cepat mengantisipasi dampak domino dari keringnya likuiditas, terutama terhadap nilai tukar rupiah dan kepercayaan investor.

“Pak Presiden ingin ekonominya kan tetap jalan, semua gangguan dihilangkan. Kita selalu berpikir ke sana. Tujuannya begini, Anda perhatikan kan kemarin lemahnya rupiah seiring dengan mengeringnya likuiditas. Itu beredar di perbankan, di pelaku usaha. Artinya ekonomi akan melambat. Kalau ekonomi melambat, orang takut dan investor bisa keluar gara-gara itu,” pungkas Purbaya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 3 times, 3 visit(s) today