Ramai soal MBG untuk Penderita TBC, Menkes Tegaskan Fokusnya Intervensi Gizi

Ramai soal MBG untuk Penderita TBC, Menkes Tegaskan Fokusnya Intervensi Gizi

Reyhaanah Medium.jpeg

Kamis, 25 Juni 2026 – 16:34 WIB

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026). (Dokumentasi: Inilah.com/ Reyhaanah)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026). (Dokumentasi: Inilah.com/ Reyhaanah)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin buka suara soal pernyataannya tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG) baik untuk penderita tuberkulosis (TBC). 

Ia mengatakan, penderita TBC termasuk kelompok yang perlu mendapatkan intervensi gizi bersama ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Menurut Budi, keempat kelompok tersebut merupakan sasaran yang secara ilmiah terbukti memiliki masalah gizi sehingga perlu menjadi prioritas dalam berbagai program peningkatan status gizi masyarakat.

“Yang bermasalah gizi itu adalah ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan penderita TBC. Itu yang bermasalah gizi,” kata Budi kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Ia menjelaskan, pernyataannya tersebut muncul saat dirinya ditanya mengenai kelompok masyarakat yang membutuhkan tambahan gizi agar intervensi pemerintah tepat sasaran.

Budi menegaskan, Kementerian Kesehatan berfokus pada penentuan kelompok yang membutuhkan intervensi gizi berdasarkan kajian kesehatan dan bukti ilmiah.

“Itu sudah ada bukti ilmiahnya, jurnalnya sudah ada. Jadi empat sasaran itulah yang harus diperbaiki gizinya supaya kita juga tidak terlalu menyebar ke mana-mana,” ujarnya.

Menurut dia, pemenuhan kebutuhan gizi pada kelompok tersebut penting karena berdampak langsung terhadap kualitas kesehatan dan kehidupan mereka.

“Karena kalau ini baik, ini menyelamatkan nyawa mereka, menyehatkan mereka, membuat mereka jadi lebih pintar, hidupnya bisa lebih normal,” tutur Budi.

Meski demikian, Budi menegaskan pemerintah belum membahas bentuk program yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi kelompok tersebut.

“Eksekusinya bagaimana, programnya, memang kita belum bicara. Karena waktu itu konteksnya saya ditanya adalah siapa target-target yang perlu intervensi gizi,” paparnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today