Rekor! BYD Tembus Penjualan 4,5 Juta Unit di 2025

Rekor! BYD Tembus Penjualan 4,5 Juta Unit di 2025

Ikhsan Medium.jpeg

Jumat, 2 Januari 2026 – 18:18 WIB

BYD meluncurkan Atto 1 untuk pasar Indonesia melalui ajang GIIAS 2025. (Foto: Antara/Chairul Rohman)

BYD meluncurkan Atto 1 untuk pasar Indonesia melalui ajang GIIAS 2025. (Foto: Antara/Chairul Rohman)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Raksasa otomotif asal China, BYD, kembali membuktikan tajinya sebagai penguasa baru jagat kendaraan listrik. Menutup tirai tahun 2025, pabrikan yang bermarkas di Shenzhen ini mencatatkan angka penjualan yang bikin kompetitornya geleng-geleng kepala: 4,5 juta unit mobil ludes terjual dalam setahun.

Berdasarkan data CarNewsChina yang dirilis Kamis (1/1/2026), BYD sukses melego 4.550.036 unit kendaraan penumpang sepanjang 2025. Angka ini naik 7,1 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 4,25 juta unit. 

Capaian ini seolah mengukuhkan posisi BYD sebagai ‘monster’ di jalur hijau pasca mereka menyuntik mati mobil bensin sejak April 2022.

BEV Melaju Kencang, PHEV Melambat

Jika dibedah lebih dalam, ada pergeseran menarik dalam selera konsumen BYD. Penjualan mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicles (BEV) melonjak drastis hingga 27,9 persen dengan total 2.254.714 unit.

Sebaliknya, segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicles (PHEV) justru menunjukkan tanda-tanda lesu. Penjualan PHEV tercatat di angka 2.288.709 unit, alias turun 7,9 persen secara tahunan. 

Meski begitu, komposisinya masih nyaris berimbang; BEV menyumbang 49,6 persen, sementara PHEV masih memegang kendali tipis dengan 50,4 persen dari total kue penjualan.

Invasi Global: Rekor 1 Juta Unit Luar Negeri

Prestasi paling mentereng justru datang dari pasar internasional. Untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan, BYD berhasil menembus tembok 1 juta unit penjualan di luar negeri.

Sepanjang 2025, ekspor BYD mencapai 1.046.083 unit. Angka ini melompat fantastis 150,7 persen dibandingkan tahun 2024. Bahkan di tengah kelesuan pasar domestik pada Desember yang turun belasan persen, kinerja ekspor pada bulan terakhir tersebut justru mencetak rekor baru dengan lonjakan 133 persen dibandingkan Desember tahun lalu.

Ini adalah sinyal bahaya bagi produsen otomotif tradisional di Eropa dan Amerika. BYD tidak lagi hanya jago kandang, tapi sudah mulai mengakar kuat di pasar global.

Desember yang Menantang

Meski secara tahunan mencetak rekor, BYD harus waspada melihat rapor Desember 2025. Penjualan bulanan secara global tercatat 414.784 unit, turun 12,7 persen dibanding November 2025, dan anjlok 18,6 persen dibanding Desember 2024.

Penurunan di akhir tahun ini dipicu oleh koreksi pada kedua segmen, baik BEV maupun PHEV. Namun, jika menggabungkan kendaraan penumpang dengan divisi komersial dan bus, total jualan BYD sepanjang 2025 mencapai angka masif: 4.602.436 unit.

Kini, dengan dominasi yang kian tak terbendung, tantangan BYD di 2026 bukan lagi soal volume, melainkan bagaimana menjaga momentum pertumbuhan di tengah meningkatnya tensi dagang global dan perang harga yang kian berdarah-darah di industri EV.

Visited 7 times, 1 visit(s) today