Suasana retret Kabinet Merah Putih (KMP) di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menilai pelaksanaan retret kabinet merupakan langkah strategis Presiden Prabowo Subianto sebagai kepala pemerintahan untuk memastikan jajaran kabinet berjalan searah dengan visi, misi, serta program prioritas pemerintah.
“Presiden sebagai kepala pemerintahan tentu berkepentingan kabinet yang dipimpin on the track sesuai dengan visi misi presiden dan program kerja prioritas pemerintah,” kata Khozin kepada Inilah.com, Rabu (7/1/2026).
Menurut Khozin, retret dipilih Presiden sebagai mekanisme untuk mengonsolidasikan kabinet agar kinerja para menteri tetap sejalan dengan harapan publik.
“Retreat menjadi mekanisme yang dipilih presiden untuk mengkonsolidasikan kabinet agar sesuai dengan harapan publik,” ujarnya.
Ia menilai, langkah tersebut memiliki dampak positif, baik sebagai sarana refleksi atas kinerja pemerintahan pada tahun sebelumnya maupun sebagai dasar penyusunan proyeksi kerja ke depan.
“Langkah ini tentu positif untuk refleksi kinerja tahun lalu dan proyeksi kinerja di tahun baru ini,” jelas Khozin.
Khozin menegaskan, sebagai pemimpin pemerintahan, Presiden memiliki kepentingan besar agar kabinet yang dipimpinnya dapat bekerja secara optimal dan mencapai target yang telah ditetapkan.
“Presiden sangat berkepentingan kabinet yang dia pimpin sukses dan bekerja sesuai harapan publik,” pungkasnya.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menyebutkan alasan penyelenggaraan retret kedua di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, yang digelar Selasa (6/1/2026), sebagai bagian dari upaya konsolidasi dan penajaman arah kebijakan pemerintah di awal tahun 2026.
Dalam taklimat yang disampaikan di Padepokan Garuda Yaksa, Prabowo mengatakan pertemuan tersebut dirancang untuk memberikan pembekalan sekaligus refleksi bersama atas perjalanan pemerintahan.
“Pertimbangan saya kumpulkan adalah pertama untuk kami evaluasi kerja kami tahun lalu, selanjutnya kami memahami kondisi bangsa kita di tengah dinamika dan gejolak dunia,” ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, retret kali ini memiliki beberapa pertimbangan utama. Pertama, sebagai forum evaluasi atas kinerja pemerintah sepanjang tahun sebelumnya.
Selain itu, kata Prabowo, retret dimaksudkan untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai kondisi bangsa di tengah dinamika dan gejolak global yang terus berkembang.
Lebih lanjut, Prabowo menekankan pentingnya memandang ke depan dengan menetapkan langkah-langkah strategis serta sasaran yang harus dicapai pada tahun berjalan.
Ia menekankan, arah kebijakan yang jelas dan terukur menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan nasional.











