Rokok Jadi Biang Kerok Serangan Jantung di Usia Muda

Rokok Jadi Biang Kerok Serangan Jantung di Usia Muda

Haris Medium.jpeg

Jumat, 26 September 2025 – 19:57 WIB

Ilustrasi seseorang mengalami sakit jantung. (Foto: Istockphoto)

Ilustrasi seseorang mengalami sakit jantung. (Foto: Istockphoto)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Serangan jantung tidak lagi identik dengan usia lanjut. Gaya hidup tak sehat membuat kalangan usia produktif ikut rentan terserang penyakit mematikan ini.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Eka Hospital BSD, Daniel Tanubudi, mengingatkan serangan jantung kini banyak terjadi pada usia 30-40 tahun. Menurutnya, kebiasaan merokok menjadi pemicu utama.

“Dengan gaya hidup yang sekarang ini, pengalaman dan statistik juga memperlihatkan bahwa usia-usia produktif sekarang sudah semakin tinggi risiko terjadinya serangan jantung,” kata dr. Daniel dalam sesi jumpa pers di Tangerang Selatan, Banten, Jumat (26/9/2025).

“Kenapa? Karena ya gaya hidup tadi, makanan tidak dijaga, enggak ada exercise, istirahat kurang, merokok. Nah itu biasanya menyebabkan usia-usia produktif 30-40 itu bisa terjadi serangan jantung,” ujar dia lagi.

Ia menegaskan, hipertensi atau tekanan darah tinggi yang kerap diabaikan juga menjadi faktor berbahaya. Daniel tak menampik, banyak orang di usia muda yang kerap menganggap remeh tensi yang tinggi lantaran dia tidak mengalami keluhan apa-apa.

“Hipertensi jangan dianggap remeh, ‘kan saya enggak ada keluhan apa-apa tuh tensi 200, tensi 180 enggak apalah, enggak ada keluhan, pusing juga enggak’. Tapi itu lama-lama bisa menyebabkan perubahan struktur di dalam jantung, akibatnya bisa terjadi gangguan irama jantung. Kemudian dia merusak pembuluh darah, menyebabkan penyempitan pembuluh darah, serangan jantung,” jelasnya.

Lantas dengan fenomena maraknya usia produktif terkena serangan jantung dan tekanan darah tinggi, ia mengingatkan masyarakat untuk mulai mengubah pola hidup mereka.

“Sekarang bukan hanya diderita oleh orang-orang usia lanjut 70 tahun ke atas, tapi orang-orang umur 30-40 udah banyak yang menderita. Jadi harus mulai dijaga, even dari usia muda. Karena kalau dari usia muda enggak terbiasa exercise, gaya hidup sehat, itu suatu kebiasaan yang nantinya sulit diubah,” katanya.

Soal pasien termuda, Daniel mengaku pernah menangani serangan jantung pada usia di bawah 35 tahun. “Penyebabnya apa? Kalau berdasarkan pengalaman, itu kalau di usia 30-an sudah terjadi serangan jantung, pasti merokok. Smoking habit itu berbahaya,” tegasnya.

Selain faktor gaya hidup, ia juga mengingatkan peran genetik dalam risiko penyakit jantung. “Faktor keturunan atau genetik memang ada pengaruhnya. Itu faktor yang kita enggak bisa kendalikan,” tutup Daniel.
    

Topik
Komentar

Visited 1 times, 1 visit(s) today