Sabrina Chairunnisa baru-baru ini membagikan kebahagiaannya setelah berhasil menyelesaikan Yonsei University Summer Special 2026 Program di Korea Selatan. Dalam unggahannya, Sabrina tampil mengenakan toga sambil merayakan kelulusannya dari program tersebut.
Namun, unggahan itu justru menuai beragam reaksi dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial X dan Threads mempertanyakan program yang diikuti Sabrina karena disebut merupakan summer program atau program akademik jangka pendek, bukan pendidikan bergelar (degree).
Perbincangan semakin ramai karena sebelumnya Sabrina sempat mengumumkan mengundurkan diri dari program doktor (S3) Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia pada Juli 2026. Saat itu, ia mengungkapkan akan melanjutkan pendidikannya ke New York, Amerika Serikat.
Curhat Sabrina
Ramainya komentar negatif akhirnya membuat Sabrina angkat bicara melalui akun Instagram pribadinya, @sabrinachairunnisa_. Ia mengaku tak menyangka unggahan yang dibuat untuk mengabadikan momen bahagia justru memicu perdebatan.
“Dear warga Threads atau X atau siapa pun yang terganggu sama postingan graduation Yonsei summer school kemarin. Dengan segala kerendahan hati, kalau postingan kebahagiaanku sebegitu melukai hati kalian, maaf ya,” tulis Sabrina.
Menurutnya, Instagram bukan hanya menjadi tempat berbagi konten, melainkan juga album digital yang menyimpan perjalanan hidupnya. Ia ingin suatu hari nanti bisa melihat kembali setiap fase yang pernah dilalui, bahkan menunjukkannya kepada anak-anaknya kelak.
“Sebagai manusia juga, selain create content. Instagram juga aku jadikan sebagai album sama kayak manusia pada umumnya. Jadi 10 taun lagi kalau aku scroll ig aku tau apa aja fase/yang aku lewatin or bisa kasi liat anakku juga kelak,” ungkap mantan istri Deddy Corbuzier itu.
Sabrina juga menegaskan rasa bangganya bukan karena menganggap summer school setara dengan pendidikan doktoral. Baginya, pengalaman belajar di usia 30-an, bertemu teman dari berbagai negara, dan menambah kenangan berharga adalah pencapaian yang layak disyukuri.
Ia mengungkapkan bahwa kesempatan seperti itu dulu sulit diraih karena sejak duduk di bangku SMA sudah harus bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup.
“Lastly, bagi sebagian orang mungkin ini “halah cuman summer school” tapi bagiku pengalaman berharga, nambah temen dari mancanegara dan collecting memories yang dulu aku gak bisa lakuin karena gak mampu dan harus nyari duit sejak di bangku SMA. Jadi kalau sampe mengganggu hati dan pikiran kalian, maaf yah,” jelasnya.
“Kalau yang debatin ini nggak setara sama S3 ya emang enggak, yang bilang iya tuh siapaa si,” lanjutnya.
Di akhir pesannya, Sabrina justru berterima kasih kepada para pengikut yang mengaku terinspirasi oleh semangatnya untuk terus belajar meski usia tak lagi muda. Ia pun memastikan akan tetap membagikan perjalanan hidup dan pendidikannya melalui media sosial sebagai bentuk motivasi bagi orang lain.
“Ohhh satu lagi satu lagi hehe buat yang selalu dm atau komen say thank you karena jadi terinspirasi lakuin banyak hal walau di usia yang nggak muda dan jadi nggak merasa sendirian tenang aja aku akan tetep posting buat kalian kok,” tutup Sabrina.














