Sanksi IOC untuk Indonesia Bikin Netizen Singgung Ganefo

Sanksi IOC untuk Indonesia Bikin Netizen Singgung Ganefo

Ivan Medium.jpeg

Jumat, 24 Oktober 2025 – 16:13 WIB

pesta olahraga ganefo di GBK tahun 1963 (Foto: Ozip Magazine)

pesta olahraga ganefo di GBK tahun 1963 (Foto: Ozip Magazine)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Komite Olimpiade Internasional (IOC) resmi menjatuhkan sanksi, melarang Indonesia jadi tuan rumah event olahraga internasional.

Sanksi itu dijatuhkan buntut sikap tegas Indonesia yang membatalkan visa kontingen senam Israel yang hendak mengikuti Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta.

Selain melarang Indonesia jadi tuan rumah event olahraga internasional, sanksi IOC juga menutup peluang Indonesia jadi tuan rumah Olimpiade 2036.

Sanksi IOC rupanya membuat netizen menyinggung soal Ganefo yang sangat kesohor di era 1960-an.

Sejarah Ganefo

Tahun 1962, Indonesia dijatuhi sanksi oleh IOC waktu jadi tuan rumah Asian Games IV di Jakarta. Saat itu, Presiden Soekarno menolak kehadiran atlet dari Israel dan Taiwan.

Bagi Indonesia saat itu, mengundang atlet Israel sama saja mengakui penjajah Palestina. Sementara Taiwan tak dianggap sebagai negara karena dinilai bagian dari Republik Rakyat China (RRC).

Menteri Olahraga RI saat itu, Maladi, menuduh IOC menerapkan standar ganda. Sebab, pada Olimpiade 1948 di Inggris, tuan rumah tidak mengundang Jepang dan Jerman karena dendam Perang Dunia II. Selain itu, Amerika Serikat pun pernah menolak atlet Jerman Timur bertanding di negaranya.

Sanksi IOC membuat Presiden Soekarno murka dan mengambil keputusan tegas! Indonesia keluar dari IOC. Tidak hanya keluar dari IOC, Soekarno langsung menggagas event tandingan yang tidak kalah besar.

Namanya adalah Games of the New Emerging Forces (Ganefo). Pesta olahraga ini diikuti oleh negara-negara Nefo, negara-negara yang baru merdeka melawan imperialisme. Ganefo pun hanya diikuti oleh negara-negara Nefo di kawasan Asia-Afrika.

Ganefo pertama pun resmi digelar pada 10-22 November 1963 dengan Indonesia sebagai tuan rumah. Sebanyak 10 negara dari Asia, Afrika, hingga Eropa berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Kesuksesan Ganefo kala itu menghebohkan dunia olahraga internasional. Ajang itu dianggap oleh Soekarno bukan hanya kompetisi olahraga, melainkan pernyataan sikap politik bangsa-bangsa tertindas terhadap imperialisme internasional.

Sebanyak 51 negara dari empat benua berpartisipasi, dengan mempertandingkan 20 cabang olahraga, di antaranya atletik, renang, bulu tangkis, sepak bola, tenis meja, gulat, dan senam. Dalam hal ini, RRC keluar sebagai juara umum, disusul Uni Soviet, sementara Indonesia menempati peringkat ketiga dengan perolehan 21 medali emas.

Topik
Komentar

Visited 4 times, 1 visit(s) today