Perseteruan antara Sarwendah dan Ruben Onsu masih menjadi sorotan publik. Di tengah konflik keduanya, kondisi anak-anak mereka yakni Thalia dan Thania ikut menjadi sorotan. Terutama setelah muncul pemberitaan mengenai dugaan perundungan di sekolah.
Sarwendah kemudian angkat bicara untuk meluruskan informasi tersebut. Ia menegaskan, perundungan yang dimaksud bukan terjadi secara langsung di lingkungan sekolah, melainkan melalui komentar di media sosial sekolahnya.
Sarwendah Tegaskan Bullying Bukan Terjadi di Sekolah
Melalui Instagram Story @sarwendah29, Sarwendah menjelaskan kembali pernyataannya saat berbincang dalam podcast bersama Denny Sumargo beberapa waktu lalu. Ia menyebut komentar tidak pantas justru muncul di akun media sosial sekolah dan akun pribadi anaknya.
“Sehubungan dengan pemberitaan yang beredar, mengenai apa yg saya sampaikan dalam podcast bersama Denny Sumargo mengenai adanya pembullyan anak-anak di sekolah,” tulis Sarwendah.
“Saya ingin meluruskan bahwa itu terjadi di akun media sosial sekolah dan akun media sosial pribadi anak saya, yang isinya berupa komentar-komentar tidak pantas dari beberapa oknum,” lanjutnya.
Bersyukur Sekolah Beri Lingkungan Aman
rwendah, pihak sekolah justru memiliki perhatian besar dalam menjaga anak-anak dari tindakan bullying. Sarwendah mengaku bersyukur anak-anaknya berada di lingkungan sekolah yang memiliki komitmen kuat untuk menciptakan suasana aman dan positif.
“Dan penggiringan opini bahwa perundungan (bullying) itu terjadi di lingkungan sekolah anak-anak saya adalah tidak benar, karena pihak sekolah sangat menjaga lingkungan sekolah dari hal-hal bersifat perundungan,” ujarnya.
Ia pun mengapresiasi dukungan pihak sekolah yang dinilai serius dalam melindungi anak-anak dari hal-hal yang dapat mengganggu kenyamanan mereka.
“Saya bersyukur sekolah anak saya, memiliki dukungan dan komitmen yang tinggi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan positif bagi anak-anak,” sambungnya.
Sarwendah Minta Netizen Jaga Komentar
Sebagai seorang ibu, Sarwendah tentu merasa terpukul ketika anak-anaknya ikut terseret persoalan orang dewasa. Terlebih, ia menilai hujatan yang diterima anak-anaknya muncul akibat informasi yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Sarwendah pun meminta publik lebih berhati-hati dalam memberikan komentar di media sosial. Ia berharap anak-anak tidak kembali menjadi sasaran dari persoalan yang sebenarnya terjadi di antara orang dewasa.“Oleh karena itu saya memohon kepada semua pihak untuk menjaga komentarnya terhadap anak-anak di sosial media,” tutup Sarwendah.













