Chief Operation Officer (COO) Danantara Dony Oskaria di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (23/10/2025).(Foto: inilah.com/Clara Anna Scholastica)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria menjelaskan panjang lebar soal Danantara Indonesia. Lembaga anyar ini, dibangun dengan mekanisme perlindungan risiko yang jelas. Sehingga, fungsi pengelolaan aset dan investasinya sengaja dipisahkan.
Skema Danantara Indonesia, kata dia, dirancang untuk memastikan aktivitas investasi tidak mengganggu kesehatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi fondasi utama Danantara Indonesia.
Dia mengatakan, pemisahan menjadi bagian dari desain institusi sejak awal pembentukan. Desain itu membuat Danantara memiliki dua fungsi berbeda yang saling melengkapi, yakni pengelolaan portofolio BUMN dan pengelolaan investasi.
“Dari awal kita sudah mendesain, kita pecah. Di Danantara itu ada dua, Danantara Asset Management sebagai konsolidator BUMN, dan Danantara Investment Management sebagai investment arms-nya,” kata Dony di Jakarta, Minggu (14/6/2026).
Dijelaskan, pemisahan menjadi penting untuk mencegah risiko investasi, tidak bisa langsung berdampak ke aset-aset BUMN yang dikelola. “Keberlanjutan Danantara sangat ditentukan kualitas pengelolaan perusahaan-perusahaan negara yang berada dalam portofolio,” tandasnya.
Sedangkan terkait dana yang digunakan Danantara untuk investasi, bukan berasal dari aset pokok BUMN. Melainkan dari dividen yang dihasilkan dari pengelolaan BUMN yang sehat.
“(Aset) yang diinvestasikan adalah dividen. Dividen yang dihasilkan oleh Danantara Asset Management itu selanjutnya diinvestasikan untuk hal yang produktif seperti mempercepat pertumbuhan ekonomi kita,” terang Dony.
Adapun di tengah sorotan publik terhadap pengelolaan BUMN dan aset negara, Dony menegaskan pemisahan fungsi pengelolaan BUMN dan investasi menjadi bagian penting dalam desain Danantara.
Pemisahan itu perlu dijelaskan kepada masyarakat agar publik memahami landasan berpikir pemerintah, arah pengelolaan, dan tujuan jangka panjang yang ingin dicapai.
Ia juga menekankan bahwa governance dalam pengelolaan perusahaan-perusahaan negara harus dijalankan dengan benar.
Dengan fondasi itu, Danantara diharapkan dapat menjalankan perannya sebagai instrumen pengelolaan aset negara yang mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan tetap menjaga pemisahan fungsi dan prinsip kehati-hatian.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












