Panggung Piala Dunia kini telah berubah menjadi arena mimpi buruk bagi salah satu tim paling sukses dalam sejarah sepak bola internasional.
Pemilik empat gelar juara dunia, Tim Nasional Jerman, resmi tersingkir dari ajang Piala Dunia 2026 di babak 32 besar, menambah babak baru dalam rentetan sejarah kelam mereka baru-baru ini.
Langkah Die Mannschaft terhenti setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 selama 120 menit melawan tim non-unggulan Paraguay yang tampil solid. Kejutan besar pun terjadi saat Jerman dipaksa menyerah dalam drama adu penalti—menandai eliminasi pertama mereka via adu penalti sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Dunia.
Rapor Merah Tiga Edisi Berturut-turut
Kekalahan mengejutkan ini mengukuhkan rekor memalukan yang terus menghantui Jerman. Sejak menyematkan bintang keempat di dada usai menjuarai Piala Dunia 2014 di Brasil, Jerman gagal memenangkan satu pun pertandingan di fase sistem gugur (knockout) dalam tiga edisi Piala Dunia secara berturut-turut.
Di edisi 2026 ini, meski mengawali turnamen dengan kemenangan atas Curacao dan Pantai Gading, skuad asuhan Julian Nagelsmann mulai menunjukkan keretakan saat tumbang 1-2 dari Ekuador di laga pamungkas fase grup. Paraguay kemudian menjadi algojo yang mengirim Jerman pulang lebih awal, memastikan 12 tahun kegagalan beruntun.
Pola kehancuran ini seolah menjadi rutinitas bagi Jerman sejak 2014:
Rusia 2018: Datang sebagai juara bertahan, Jerman langsung tumbang dari Meksiko di laga pembuka. Sempat diselamatkan oleh gol dramatis Toni Kroos saat melawan Swedia, mereka akhirnya hancur lebur usai kalah mengejutkan dari Korea Selatan dan gugur di fase grup.
Qatar 2022: Di bawah asuhan Hansi Flick, Jerman kembali tersandung di awal setelah dikalahkan Jepang. Sempat bermain imbang melawan Spanyol dan menang atas Kosta Rika, mereka kembali tersingkir di fase grup akibat kalah selisih gol.
Kini, Jerman harus menunggu empat tahun lagi untuk mencoba menemukan kembali DNA juara mereka. Saat Piala Dunia 2030 bergulir, itu berarti sudah 16 tahun lamanya sejak terakhir kali Jerman memenangkan sebuah laga di fase gugur.
Bergabung dengan “Klub Kutukan” Juara Eropa
Tragisnya, dari rentang tahun 1954 hingga 2014, Jerman memiliki rekor luar biasa dengan mencapai babak semifinal dalam 12 dari 16 penampilannya (dan minimal mencapai perempat final di empat edisi lainnya). Kini, mereka secara mengejutkan gagal menembus babak 16 besar dalam tiga edisi beruntun.
Namun, Jerman tidak sendirian dalam menjalani masa kelam ini. Mereka kini bergabung dengan sesama raksasa Eropa lainnya yang seakan terkena kutukan usai mengangkat trofi:
| Negara | Tahun Juara Terakhir | Kutukan Fase Gugur | Catatan Tambahan |
|---|---|---|---|
| Jerman | 2014 | Gagal menang di laga knockout sejak juara. | Gugur di fase grup (2018, 2022) dan 32 besar (2026). |
| Italia | 2006 | Belum pernah menang di laga knockout selama 2 dekade. | Gagal lolos sama sekali ke tiga edisi Piala Dunia terakhir. |
| Spanyol | 2010 | Belum pernah menang di laga knockout sejak mengangkat trofi. | Akan mencoba mematahkan puasa 16 tahun melawan Austria hari Kamis. |
Sebagai negara dengan jumlah kemenangan terbanyak kedua dalam sejarah Piala Dunia (68 kemenangan dari 112 laga), kemerosotan Jerman ini sangat mengkhawatirkan. Dari 10 pertandingan terakhir mereka di panggung dunia, Der Panzer hanya mampu memenangkan empat laga.
Piala Dunia yang dulunya merupakan sumber kebanggaan terbesar bagi Jerman, kini telah berubah menjadi mimpi buruk yang terus berulang.










