Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar (ketiga dari kanan), Wamenbud Giring Ganesha (kedua kanan), dan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto (kanan) saat peluncuran ATRAKSI. (Foto: Dok-Atraksi)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Setelah hampir dua dekade menjadi wacana, akhirnya Asosiasi Tari dan Koreografer Seluruh Indonesia (ATRAKSI) resmi terbentuk dan diluncurkan. Peluncuran ini didukung penuh oleh pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dan Kementerian Kebudayaan (Kembud).
ATRAKSI hadir sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat posisi profesi koreografer dan penari dalam ekosistem industri pertunjukan yang terus berkembang. Upaya ini juga didorong oleh Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto.
Selain itu, ATRAKSI juga didukung oleh BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan sosial kepada para anggota asosiasi agar profesinya dapat terlindungi dari resiko risiko pekerjaan yang ada.
Koreografer senior sekaligus salah satu penggagas ATRAKSI, Denny Malik mengaku bersyukur wadah para seniman tari bisa terbentuk. Hal merupakan penantian panjang bagi para seniman selama 20 tahun.
“Akhirnya, setelah hampir 20 tahun menanti, sebuah wadah yang mewakili para penari dan koreografer Indonesia resmi terbentuk. Saya bersyukur mendapat dukungan langsung dari Pak Yovie Widianto sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif. Kami butuh pemimpin yang mengerti dunia pertunjukan,” ujarnya dalam keterangan persnya seperti dikutip, Jumat (18/7/2025).
Lebih lanjut, Denny menekankan bahwa tari hari ini bukan sekadar latar dalam sebuah pertunjukan, tetapi sudah menjadi elemen utama. Karena itu, profesionalisme dan perlindungan kerja menjadi hal yang tak terpisahkan.
Sementara itu, Ketua Umum ATRAKSI, Reza Muhammad menyebut momen ini sebagai buah dari perjuangan panjang. Menurutnya, wadah ini terbentuk berkat dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto.
“Dukungan dari pemerintah di era Presiden Prabowo menjadi bukti bahwa profesi ini diakui. Kami ingin membawa semangat lintas generasi dan lintas genre agar seluruh seniman tari dapat maju bersama, tanpa sekat,” katanya.
Selain itu, Wakil Ketua Umum ATRAKSI, Rosmala Sari Dewi mengaku sangat bangga melihat perkembangan seni tari di Indonesia yang semakin pesat. ATRAKSI berkomitmen untuk mendukung dan mengembangkan potensi para penari dan koreografer Indonesia, serta mempromosikan kekayaan budaya tari Indonesia ke kancah internasional.
ATRAKSI percaya bahwa seni tari memiliki peran penting dalam membangun identitas dan kebanggaan bangsa, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan warisan budaya.
Namun realitasnya, para seniman dari berbagai genre masih menghadapi banyak tantangan, dari kesejahteraan yang belum layak, kurangnya perlindungan hukum, minimnya akses panggung untuk berkreasi, hingga terbatasnya informasi dan penyuluhan di daerah karena minimnya dukungan moril dan materiil.
“Bertemunya saya dengan Bapak Yovie membuka harapan baru, sebuah peluang kolaborasi dan komunikasi aktif dengan pemerintah. Ini adalah awal dari perjuangan yang lebih luas, dan saya mewakili ATRAKSI mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya,” imbuhnya.
Dengan semangat Lintas Generasi, Lintas Genre, ATRAKSI bertekad menjadi kekuatan kolektif yang menjembatani kepentingan seni, industri, dan kesejahteraan bagi para seniman tari dan koreografer Indonesia














