Presiden Soeharto bersama Ibu Tien Soeharto berdialog dengan anak-anak di halaman Istana Negara saat Hari Anak Nasional 23 Juli 1994. (Foto semasa hidup: tangkapan layar YouTube)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus menyinggung sikap sebagian kader PDIP yang menolak pemberian gelar Pahlawan Nasional terhadap mantan Presiden RI Soeharto.
Menurutnya, penilaian subjektif satu-dua orang tidak sepatutnya mempengaruhi keputusan pemerintah dalam menentukan siapa yang layak menerima gelar pahlawan nasional.
“Soeharto adalah bagian dari sejarah bangsa yang tidak bisa dihapus. Ia membawa Indonesia menuju stabilitas ekonomi, swasembada pangan, dan pembangunan infrastruktur besar-besaran. Itu fakta sejarah yang tidak bisa disangkal,” ujarnya, Jumat (31/10/2025).
Bestari juga menilai, komentar negatif yang disertai kalimat merendahkan terhadap Soeharto menunjukkan pandangan yang tidak objektif terhadap sejarah.
“Kalimat seperti ‘apa hebatnya Soeharto?’ itu sangat tidak bijak. Justru kami melihat Soeharto sebagai sosok yang hebat karena berhasil menumpas gerakan 30 September yang menelan banyak korban jiwa dan mengancam keutuhan bangsa,” jelasnya.
Dirinya berharap masyarakat tidak lagi terjebak pada kebencian lama dan tetap waspada terhadap ideologi yang pernah mengancam dasar negara.
“Harapan kita semua, bangsa ini terus melangkah maju dengan menghormati sejarahnya,” tandasnya.












