Seorang turis asing berpose di bawah pohon harapan emas di Beijing. (Foto: Xinhua)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ada yang berbeda di langit China menjelang Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek 2026. Alih-alih hanya didominasi oleh hiruk-pikuk mudik domestik, Negeri Tirai Bambu kini justru ‘dikepung’ oleh gelombang pelancong mancanegara. Mereka datang bukan sekadar untuk belanja, melainkan memburu pengalaman imersif merayakan pergantian tahun di pusat peradabannya.
Bagi Finn, seorang pelajar muda asal Belanda, Beijing adalah panggung budaya yang luar biasa. Mengenakan topi kepala kuda –simbol zodiak China tahun 2026– ia tampak asyik berfoto di bawah pohon harapan emas. “Suasananya sangat semarak. Saya pasti akan membawa teman-teman dari Belanda ke sini lagi,” ujarnya antusias.
Lonjakan Drastis: Pesanan Penerbangan Meroket 400 Persen
Data yang dirilis berbagai platform perjalanan menunjukkan tren yang tak main-main. Mengutip Xinhua, Kamis (12/2/2026), selama dua pekan terakhir Januari 2026, pesanan penerbangan internasional menuju China melonjak lebih dari 400 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Wisatawan asal Asia Tenggara seperti Thailand, Singapura, Malaysia, dan Vietnam masih mendominasi. Namun, kejutan datang dari belahan dunia lain. Reservasi dari Argentina melesat hingga sembilan kali lipat. Sementara itu, turis dari Eropa –Belanda, Spanyol, dan Inggris– naik dua kali lipat lebih.
“Merayakan Festival Musim Semi di China telah menjelma menjadi tren global baru,” ungkap seorang analis industri pariwisata. Keunikan tradisi seperti seni gunting kertas, memasak pangsit, hingga mengenakan busana Hanfu tradisional menjadi magnet utama yang tak bisa ditemukan di belahan bumi lain.
Tak Hanya Beijing, Kota Perbatasan Ikut Panen
Efek ‘ledakan’ pariwisata ini juga merembet ke kota-kota kecil. Di Hunchun, sebuah kota di Provinsi Jilin yang berbatasan dengan Rusia, ribuan warga Rusia tampak memadati pasar-pasar tradisional. Mereka ingin merasakan autentisitas perayaan Tahun Baru Imlek, mulai dari menggantung kuplet hingga menikmati kuliner khas festival.
Data otoritas lokal mencatat, Pelabuhan Hunchun telah melayani sekitar 58.000 penumpang keluar-masuk, di mana sebagian besar adalah warga asing. Sebuah angka yang naik hampir 75 persen secara tahunan.
Karpet Merah Kebijakan Bebas Visa
Mengapa China tiba-tiba begitu menggoda bagi turis asing? Jawabannya ada pada kebijakan ‘Karpet Merah’ yang digelar Beijing. Sejak awal 2025, China telah memperluas kebijakan bebas visa unilateral bagi warga dari 48 negara.
Tak hanya itu, kemudahan perjalanan dan tren media sosial seperti tagar “Becoming Chinese” dan “China Shopping” membuat para pelancong semakin penasaran. Hasilnya nyata: sepanjang 2025, kunjungan bebas visa melonjak hampir 50 persen.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyambut hangat fenomena ini. “Kami senang melihat sahabat asing mengeksplorasi kehidupan sehari-hari masyarakat kami. Selamat datang untuk merasakan sukacita dan keramahan China di Festival Musim Semi ini,” tuturnya.
Tampaknya, Tahun Kuda 2026 benar-benar menjadi momentum bagi pariwisata China untuk berlari kencang, mengubah tradisi kuno menjadi komoditas wisata global yang tak tertandingi.














