Tak Surati AFC soal Wasit Kontra Irak, Sumardji: Percuma Protes!

Tak Surati AFC soal Wasit Kontra Irak, Sumardji: Percuma Protes!

Haris Medium.jpeg

Senin, 13 Oktober 2025 – 20:02 WIB

Posisi Pemain Irak berada jauh dari bek Indonesia (@garagarabola_)

Posisi Pemain Irak berada jauh dari bek Indonesia (@garagarabola_)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Manajer Timnas Indonesia, Sumardji memastikan PSSI tidak akan melayangkan surat protes ke AFC sejumlah keputusan kontroversial wasit Ma Ning saat memimpin laga Indonesia vs Irak di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran keempat.

Sumardji yang juga anggota Executive Committe (Exco) PSSI itu mengatakan, usaha protes tidak akan mengubah apapun alias sia-sia saja.

“Halah, percuma sekarang juga, sudah selesai. Saya juga suda bicara sama tim pelatih, saya pikir sudah lah percuma juga, semua sudah selesai,” kata Sumardji kepada wartawan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (13/10/2025).

“Pahitnya kami telan dan itu bentuk protes kami bahwa jangan merendahkan kami, gitu aja,” ujarnya lagi.

Meski begitu, Sumardji tak menampik, keputusan wasit pada laga yang berakhir dengan skor 0-1 untuk memang memicu perdebatan. Apalagi, dia juga sempat diganjar kartu merah, tak lama setelah laga berakhir.

Pemicunya, Sumardji saat itu berusaha untuk memenangkan suasana, dan menghindari agar pemainnya, Shayne Pattynama terkena kartu merah. Sayang, usaha yang memang agak terkesan agresif itu berujung kartu merah pada dirinya.

Kondisi itu membuat Sumardji kemungkinan tidak bisa mendampingi skuad Garuda pada laga berikutnya pada FIFA Matchday November mendatang.

“Belum tahu, nanti kan pasti ada keputusan. ‘Apakah saya boleh mendampingi?’ Biasanya satu kali,” kata Sumardji soal kemungkinan tidak mendampingi skuad Garuda.

“Kayak kemarin waktu saya (lawan) Bahrain, juga kena satu kali,” ujarnya lagi.

Selain kartu merah di akhir laga, ada beberapa keputusan lain dari wasit yang bisa diperdebatkan dalam laga kontra Irak.

Salah satunya terjadi pada menit ke-69, ketika wasitasal Tiongkok hanya memberikan kartu kuning kepada bek Irak, Zaid Tahseen.

Padahal saat itu, Tahseen merupakan pemain terakhir, berusaha menghentikan laju Ole Romeny yang sudah mendorong bola ke depan. Situasi saat itu berpotensi DOGSO (Denial of an Obvious Goal-Scoring Opportunity) yang seharusnya bisa berujung kartu merah.

Insiden lain juga terjadi di penghujung laga saat Kevin Diks disikut Zaid Tahseen di kotak penalti. Bek Irak itu memang diganjar kartu merah karena akumulasi.

Namun, penalti urung diberikan karena wasit menilai Diks lebih dulu melanggar saat mengangkat kaki terlalu tinggi, meskipun pada saat yang sama ia juga berhasil menyentuh bola. Sementara, Tahseen dalam kondisi menundukkan kepala saat berusaha menggapai bola.

Topik
Komentar

Visited 1 times, 1 visit(s) today