Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menjadi sorotan publik usai pernyataannya yang dianggap menyiratkan ketidaknyamanan terhadap jadwal podcast yang ia hadiri bersama kiper Maarten Paes, hanya sehari sebelum laga krusial kontra Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dalam podcast bertajuk The Haye Way yang dipandu Neal Petersen, Jay Idzes sempat berucap singkat namun bermakna,
“Saya pikir itu jauh lebih penting daripada melakukan wawancara semacam ini.”
Kalimat itu sontak memicu tafsir publik bahwa sang kapten tidak sepenuhnya setuju dengan waktu penyelenggaraan wawancara tersebut.
Podcast di Tengah Tekanan Laga Hidup-Mati
Podcast The Haye Way yang diunggah di YouTube pada Jumat (10/10/2025) itu direkam saat para pemain tengah mempersiapkan diri menghadapi laga hidup-mati melawan Irak, Minggu (12/10/2025) dini hari WIB.
Momen ini dianggap kurang tepat oleh banyak pendukung Garuda. Pasalnya, Timnas Indonesia baru saja kalah 2-3 dari Arab Saudi dan harus menang atas Irak untuk menjaga peluang lolos ke babak kelima Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Netizen menilai, di tengah tekanan besar dan jadwal padat, kegiatan di luar latihan seperti podcast sebaiknya ditunda.
“Biarkan mereka fokus dulu, jangan dikit-dikit podcast. Neal jangan manfaatkan ketenaran mereka,” tulis akun @sedekah_subuh20.
“Ngapain bikin podcast di tengah-tengah game penting? Pemain harusnya istirahat,” ujar akun @dannyfrancis_.
Kritik Tajam Soal Etika dan Pengamanan PSSI
Tak sedikit komentar publik yang menyoroti aspek etika media dan pengawasan federasi. Dalam beberapa turnamen, termasuk SEA Games 2023, manajer tim melarang media melakukan wawancara langsung dengan pemain jelang laga penting demi menjaga fokus.
Namun kali ini, podcast tersebut berhasil dilakukan dan dirilis secara eksklusif, menimbulkan tanda tanya terkait pengamanan internal PSSI terhadap aktivitas pemain selama masa kompetisi.
“Kalau wartawan lokal dilarang mewawancarai pemain jelang laga, kenapa podcast ini bisa lolos?” tulis akun @ikhwanhardiman.
“Tindakan kecil, tapi dampaknya besar. Pemain butuh ruang fokus, bukan kamera dan mic sehari sebelum laga hidup-mati,” tambahnya.
Jay Idzes dan Dilema Profesionalisme
Jay Idzes sendiri dikenal sebagai sosok profesional dan vokal soal etos kerja tim. Ia tampil penuh dalam empat laga terakhir Timnas Indonesia dan menjadi figur pemersatu di ruang ganti. Karena itu, ekspresinya dalam podcast dianggap sebagai bentuk kejujuran seorang kapten yang menilai momentum tersebut tidak ideal.
Pernyataannya juga menunjukkan ketegangan alami di tengah situasi tekanan tinggi — di mana keseimbangan antara komitmen media, sponsor, dan performa di lapangan menjadi isu sensitif bagi tim nasional modern.
The Haye Way dan Kedekatan Antar Pemain
Neal Petersen, host podcast tersebut, dikenal dekat dengan para pemain Indonesia. Ia adalah sahabat sekaligus rekan sesama pemain diaspora, terutama Thom Haye, yang juga memiliki keterlibatan dalam proyek The Haye Way.
Kedekatan itu sering kali menghasilkan wawancara eksklusif yang intim dan menarik. Namun kali ini, waktunya dianggap keliru karena dilakukan saat fokus tim seharusnya sepenuhnya tertuju pada laga penting kontra Irak.
Netizen: “Podcast Bisa Nanti, Piala Dunia Tak Datang Dua Kali”
Gelombang komentar publik di media sosial menunjukkan pola yang sama: mendukung konten kreatif, tapi menolak waktunya yang tidak sensitif terhadap konteks tim.
“Podcast bagus, tapi waktunya salah. Hargai momen latihan dan fokus pemain,” tulis akun @serena.eisert.
“Podcast bisa lain waktu. Tapi laga melawan Irak itu soal sejarah. Jangan ganggu fokus mereka,” timpal @b410_77.
Pertandingan di Ujung Tanduk
Timnas Indonesia kini menghadapi laga hidup-mati melawan Irak. Kekalahan bisa membuat asa Garuda menuju Piala Dunia 2026 berakhir.
Situasi inilah yang membuat publik berharap seluruh elemen tim — dari pemain, pelatih, hingga pihak luar — memiliki sensitivitas tinggi terhadap momentum dan fokus tim.













