Tour De EnTeTe Sajikan Panorama Indah Sumba Timur

Tour De EnTeTe Sajikan Panorama Indah Sumba Timur


Etape Tour DeEnTete 2025 Tanah Rara, Desa Karipi, Kecamatan Matawai Lapawu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggalkan kenangan manis bagi para pebalap sepeda internasional yang berasal dari 13 negara.

Tour dengan rute terpanjang se-Indonesia ini diikuti 80 pebalap dari 16 tim asal Indonesia, Malaysia Filipina, Australia, Inggris, Belanda, Iran, Mesir, Slovania, Afrika Selatan, Algeria, Prancis, dan China.

Tour yang digelar Minggu (14/9/2025) ini dinilai tidak hanya memperkuat semangat sportivitas, tetapi juga menjadi sarana promosi pariwisata dan budaya lokal. Sekaligus membuktikan Indonesia memiliki keindahan alam yang sempurna.

post-cover

“Kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Sumba Timur memiliki alam yang indah, budaya yang kaya, serta masyarakat yang ramah. Semoga Tour de Entete dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dan pariwisata daerah,” kata Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, Senin (15/9/2025).

Menurutnya, para pebalap sangat menikmati panorama alam, punggung bukit dan lembah sabana Sumba Timur pada etape 4 Tanah Rara-Waingapu, Minggu (14/9/2025).

Pebalap melintasi jalur lintasan terindah dengan panorama deretan punggung bukit berwarna keemasan di musim panas dan lembah ngarai tempat gemuruh seribu kaki dengan ringkik kuda sandellwoodnya. Dengan kondisi jalan yang lebar sekitar 3 meter berada pada punggung bukit, para riders pun penuh hati-hati untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. 

post-cover

Sumba Timur memiliki bentang alam yang indah dengan deretan bukit dan lembaha ngarai nan pesona. Pulau terindah di dunia ini kerap dikunjungi para artis, wisatawan mancanegara bahkan kerap dijadikan prewedding bagi calon pengantin baru.

Si Raja Tanjakan

Pebalap Indonesia Muhamad Herlangga (Bib 93) kembali menunjukkan dominasinya di lintasan menanjak dengan mempertahankan gelar Raja Tanjakan pada etape ketiga Tour de EnTeTe dengan rute Atambua-So’e Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.

Sejak etape pertama, Herlangga tampil konsisten pada jalur pendakian yang menjadi sektor penentu klasemen King of Mountain (KOM). Hingga etape ketiga, posisinya sebagai pemimpin KOM belum tergoyahkan meskipun persaingan semakin ketat di antara 78 pembalap dari berbagai negara.

post-cover

Dominasi Herlangga pada kategori Raja Tanjakan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kontingen Indonesia, mengingat lintasan menanjak dikenal sebagai segmen yang menguras tenaga dan teknik tinggi dalam balapan jalan raya.

Sementara itu, etape ketiga secara keseluruhan dimenangkan oleh pembalap asal Prancis Lois Buffin (Bib 72) dari Team Kronospeed Paris dengan catatan waktu 4 jam 33 menit 1 detik.

Ia unggul tipis atas Kenny Cornelis Ernst Nijssen (Bib 44) yang finis kedua dan Axel Habert (Bib 73) di posisi ketiga.

Meski podium utama dikuasai pembalap asing, Indonesia tetap menorehkan hasil membanggakan. Muhammad Raihan Maulidan masih mempertahankan Red Jersey sebagai pembalap terbaik Indonesia, sementara talenta muda Muhammad Syelhan Nurrahmat kembali menjaga konsistensinya dengan White Jersey untuk kategori Best Young Rider.

Kombinasi raihan jersey tersebut menunjukkan bahwa kontingen Indonesia tidak hanya mampu bersaing di level internasional, tetapi juga mendominasi sejumlah kategori penting dalam ajang bergengsi Tour de EnTeTe.

Setelah menyelesaikan tiga etape di Pulau Timor, seluruh rombongan peserta dijadwalkan bertolak ke Pelabuhan Tenau Kupang untuk selanjutnya berlayar menuju Pulau Sumba. Di sana, etape empat hingga enam akan menjadi tantangan baru bagi para pembalap dengan karakter lintasan yang berbeda.

Visited 1 times, 1 visit(s) today