Langkah diplomatik Turki di kawasan Asia Tenggara kini memasuki babak baru. Negara yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan itu resmi menyabet status sebagai mitra dialog ke-12 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Kepastian tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Filipina, Maria Theresa P. Lazaro, dalam Pertemuan Menlu ASEAN di Manila, Selasa (21/7/2026). Filipina bertindak sebagai Ketua ASEAN tahun ini.
Menanggapi keputusan itu, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengaku gembira. Melalui akun X pribadinya yang diakses Rabu (22/7/2026), ia menilai penetapan ini menjadi raihan krusial dalam peta politik luar negeri Turki di bawah kepemimpinan Erdogan.
“Status baru ini menempatkan Turki tepat di bawah keanggotaan penuh ASEAN. Sebuah posisi istimewa yang sebelumnya cuma dipegang oleh 11 negara,” kata Fidan.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh menteri luar negeri negara anggota ASEAN, Filipina selaku ketua, hingga Sekretariat ASEAN yang menyokong permohonan Ankara sejak diajukan pada 2024 lalu.
Kue Ekonomi Pasar 700 Juta Jiwa
Bukan tanpa alasan Ankara ngotot masuk dalam lingkaran utama ASEAN. Kawasan Asia Tenggara menjanjikan pertumbuhan ekonomi yang teramat gurih, dengan populasi hampir 700 juta jiwa dan total PDB menembus angka US$4 triliun.
Fidan membeberkan, sejak hubungan kelembagaan pertama kali terjalin pada 2010, angka perdagangan antara Turki dan negara-negara ASEAN melonjak tajam. Dari yang semula cuma US$6,5 miliar, kini sudah menyentuh US$16 miliar.
Masuknya Turki sebagai mitra dialog resmi diyakini bakal memperdalam kerja sama politik sekaligus melipatgandakan peluang bisnis di Asia Pasifik.
Perjalanan Panjang Ankara dan Peran Malaysia
Perjalanan Turki menembus ring satu ASEAN sejatinya tak didapat dalam semalam. Ankara mengawali langkahnya dengan menandatangani Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama (TAC) pada 2010.
Setelahnya, Turki naik kelas menjadi mitra dialog sektoral pada 2017. Gairah Ankara makin terlihat saat meluncurkan Inisiatif Asia Baru pada 2019 demi mempererat hubungan dengan negara-negara Asia, sebelum akhirnya resmi mengajukan berkas mitra dialog pada 2024.
Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengungkapkan, kesepakatan menerima Turki sebenarnya sudah diketuk sejak tahun lalu saat Malaysia memegang tampuk keketuaan ASEAN. Dalam kesempatan ini, Malaysia juga ditunjuk sebagai negara koordinator untuk hubungan ASEAN-Turki.
Jerman dan Qatar Ikut Naik Status
Tak cuma Turki yang memetik kabar gembira dari Manila. Kantor Komunikasi Kepresidenan Filipina mencatat, ASEAN juga merestui status mitra dialog sektoral untuk Jerman dan Qatar.
Menlu Filipina Maria Theresa P. Lazaro menyebut Jerman diberi status tersebut lantaran komitmen panjangnya mendukung ASEAN. Sementara Qatar dilirik berkat kerja sama yang kian solid di berbagai bidang, mulai dari diplomasi, pembangunan, bantuan kemanusiaan, pendidikan, hingga konektivitas.
“Perkembangan ini menunjukkan kepercayaan berkelanjutan dari mitra-mitra kami di ASEAN. Kami melihat ini sebagai langkah positif dalam mewujudkan aspirasi yang tercantum dalam Visi Komunitas ASEAN 2045,” tegas Lazaro.










