Usai Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI: Ada Tradisi Baru dalam Rapat KKSK

Usai Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI: Ada Tradisi Baru dalam Rapat KKSK

Clara Medium.jpeg

Selasa, 28 Juli 2026 – 20:34 WIB

Usai Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI: Ada Tradisi Baru dalam Rapat KKSK

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ada tradisi baru setelah mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengundang Danantara dalam rapat koordinasi untuk memastikan kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras.

Rapat dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari; Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti; Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu; dan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa yang menjadi Ketua KSSK.

“Kalau keputusan detailnya, nanti kita akan ketemu lagi pada hari Senin. Rapat berlangsung dinamis, dan semua setuju untuk berkoordinasi, bekerja lebih keras dan memastikan bahwa kebijakan yang dikeluarkan di seluruh sektor ekonomi, selaras dan akan bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik ke depan,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Kantor LPS, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Lebih lanjut, rapat KSSK tersebut digelar usai Perry Warjiyo mengundurkan diri. Purbaya menyebut, kehadiran Destry Damayanti mewakili BI, cukup mumpuni untuk memastikan kebijakan moneter berjalan.

“KSSK sebetulnya enggak banyak yang ganti kan. Ibu Destry bukan pemain baru kan dia pemain lama. Jadi dia sudah terlibat dengan proses KSSK sudah cukup lama. Bahkan dia dulu main ganda di LPS dan BI. Jadi pengetahuannya amat baik dan amat mumpuni untuk memastikan kegiatan moneter berjalan sesuai dengan apa yang seharusnya,” tutur dia.

Dalam rapat tersebut Purbaya juga mengatakan, jajaran Danantara turut diundang, yakni, CEO Danantara Rosan P Roesalni, dan COO Danantara, Donny Oskaria.

Namun, kehadiran Danantara hanya sebagai undangan atau kalangan pelaku usaha yang memberikan informasi atau masukan. Jadi, kapasitasnya bukan regulator atau pengambil keputusan.

“Posisi Danantara pada rapatnya ini sebagai undangan. Jadi kita juga kan regulator semuanya rapat antar regulator aja. Kadang-kadang kami ingin mendengar masukan langsung dari pelaku bisnisnya, yang memanajemeni bisnis yang besar itu,” kata dia.

Purbaya menjelaskan, Danantara hanya memberikan masukan yang positif dalam rapat tersebut. “Danantara memberikan masukan yang cukup positif pada rapat sore hari ini. Artinya kita bisa dapat informasi yang lebih untuk memastikan kebijakan kita lebih tepat sasaran ke depannya,” tuturnya.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today