Warga Bandarlampung Keluhkan Debu Erupsi Anak Krakatau, Mata Terasa Kelilipan

Warga Bandarlampung Keluhkan Debu Erupsi Anak Krakatau, Mata Terasa Kelilipan

Ajat Medium.jpeg

Minggu, 6 September 2026 – 02:15 WIB

 Personel BPBD Bandarlampung mengatasi debu yang diduga dari aktivitas Gunung Anak Krakatau yang sampai ke kota itu di Bandarlampung, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Antara/HO-BPBD Bandarlampung)

Personel BPBD Bandarlampung mengatasi debu yang diduga dari aktivitas Gunung Anak Krakatau yang sampai ke kota itu di Bandarlampung, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Antara/HO-BPBD Bandarlampung)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Sejumlah warga Bandarlampung mulai merasakan dampak debu yang diduga berasal dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), Sabtu (5/9/2026) malam. Debu halus disebut mulai memenuhi lantai rumah hingga membuat mata terasa kelilipan saat berkendara.

Salah seorang warga, Naya, mengatakan rumahnya mulai berdebu setelah waktu Maghrib. Dia baru menyadari kondisi tersebut setelah melihat lantai rumahnya kembali dipenuhi debu meski sebelumnya sudah disapu.

“Rumah mulai berdebu sehabis Maghrib,” kata Naya.

“Lantai rumah jadi berdebu padahal habis disapu, jadi cari info katanya banyak yang bilang itu debu GAK,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Nurhadi. Dia mengaku matanya terasa seperti kelilipan ketika mengendarai sepeda motor.

“Iya mata kelilipan di sepanjang jalan tadi,” katanya.

Menurut Nurhadi, debu tersebut juga membuat pakaian yang dikenakannya menjadi kotor. Ia menyebut debu yang terlihat di rumahnya bertekstur sangat halus.

“Ini tidak seperti debu pada umumnya, halus, sampai rumah juga banyak debu di lantai,” kata dia.

BPBD minta warga waspada

Menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, BPBD Kota Bandarlampung mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan abu atau debu vulkanik.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandarlampung Idham Basyar mengatakan abu vulkanik dapat terbawa angin dan berdampak pada kualitas udara, jarak pandang, serta kesehatan.

“Debu vulkanik dapat terbawa angin dan mengganggu kualitas udara, jarak pandang, serta kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan,” kata Idham di Bandarlampung, Sabtu.

BPBD meminta warga menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Warga juga disarankan mengenakan pelindung mata jika kondisi udara mulai berdebu.

“Kami juga minta warga mengurangi aktivitas di luar rumah apabila terjadi hujan abu serta menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah untuk mencegah abu vulkanik masuk ke dalam ruangan,” kata dia.

Masyarakat juga diminta melindungi makanan dan sumber air agar tidak terpapar abu vulkanik.

Bagi pengendara, BPBD mengingatkan agar lebih berhati-hati karena abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan menjadi licin.

BPBD Kota Bandarlampung juga meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Untuk kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi call center 117, telepon 0721-6016451, atau telepon/WhatsApp 0821-8099-2105.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today