Waspadai Gelombang Setinggi 4 Meter di Perairan Selatan Jateng

Waspadai Gelombang Setinggi 4 Meter di Perairan Selatan Jateng

Anton Medium.jpeg

Kamis, 8 Januari 2026 – 13:37 WIB

BMKG mengimbau masyarakat pesisir mewaspadai gelombang tinggi di perairan Indonesia. (foto: Pixabay)

BMKG mengimbau masyarakat pesisir mewaspadai gelombang tinggi di perairan Indonesia. (foto: Pixabay)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut adanya potensi gelombang setinggi empat meter di perairan selatan Jawa Tengah (Jateng) yang terjadi hingga akhir pekan ini.

Kondisi yang diperkirakan terjadi hingga 11 Januari 2026 ini, dianggap sangat berisiko terhadap aktivitas pelayaran dan kelautan. Adapun wilayah yang terdampak di antaranya perairan selatan Cilacap, Kebumen, dan Purworejo, serta Samudera Hindia selatan Jateng.

“Ketinggian gelombang laut di wilayah tersebut diprakirakan berkisar antara 2,5 meter hingga 4 meter dan masuk dalam kategori tinggi,” kata Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo, Kamis (8/1/2026).

Berdasarkan analisis kondisi sinoptik, cuaca di wilayah perairan selatan Jateng diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan. Angin di wilayah perairan selatan Jateng umumnya bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 2-20 knot.

“BMKG menilai kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran,” katanya.

Kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter berisiko terhadap perahu nelayan, kecepatan angin mencapai 16 knot dan gelombang 1,5 meter berisiko terhadap tongkang, serta kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter berisiko terhadap kapal feri.

Selain itu, kata dia, wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai selatan Jateng diimbau tidak berenang atau bermain di area laut terbuka serta mematuhi rambu-rambu keselamatan yang telah dipasang oleh pengelola wisata.

“Kami juga meminta masyarakat pesisir, nelayan, operator transportasi laut, dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan serta terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini resmi dari BMKG,” tandasnya.

Visited 2 times, 1 visit(s) today