Sorotan tajam tertuju pada rider Yamaha Fabio Quartararo menjelang MotoGP Catalunya 2026 yang digelar akhir pekan ini, 15-17 Mei 2026.
Sang pembalap, yang dijuluki El Diablo, membawa misi pembuktian besar setelah berhasil mencetak performa impresif pada seri sebelumnya di Prancis.
Namun, ada satu hal unik dari cara pandang juara dunia 2021 ini. Bagi Quartararo, posisi finis di papan skor kini tidak lagi menjadi indikator utama dalam mengukur kebangkitan timnya.
Jarak Waktu, Bukan Posisi
Pada balapan utama di Sirkuit Le Mans lalu, Quartararo berhasil memecahkan kebuntuan dengan finis di urutan keenam. Hasil ini merupakan pencapaian terbaik bagi proyek pengembangan motornya sejauh ini.
Meski demikian, pembalap asal Prancis tersebut menegaskan bahwa kemajuan performa motornya harus diukur dari seberapa tipis selisih waktu dengan sang pemenang lomba.
“Bagi saya, posisi hanyalah sebuah angka,” tegas Quartararo, melansir dari Crash, Jumat (15/5/2026).
“Di Jerez, kami tertinggal hingga 29 detik dari pemenang. Namun di Le Mans, kami hanya terpaut 7 detik dari Jorge Martin. Inilah kemajuan nyata yang sebenarnya saya perhatikan.”
Kembalinya “Feeling” Roda Depan
Kebangkitan Quartararo di Le Mans ternyata bukan dipicu oleh komponen mesin baru yang radikal. Kuncinya ada pada kenyamanan berkendara; ia mulai menemukan kembali feeling atau sensasi kendali yang kuat pada bagian depan motornya.
Dengan memutuskan kembali menggunakan sayap depan (front wing) model musim 2025, El Diablo merasa jauh lebih berani untuk memacu motornya hingga batas maksimal.
Di Le Mans, catatan waktu lap miliknya bahkan hanya terpaut 0,4 detik dari waktu terbaik pribadinya.
Selain urusan aerodinamika, sektor elektronik juga mengalami perombakan besar. Tahun ini, timnya memberikan kendali lebih besar kepada pembalap dan mengurangi intervensi otomatis dari sistem elektronik motor.
Trek Lurur Masih Kesulitan
Walau menunjukkan tren positif, Quartararo mengakui timnya masih memiliki pekerjaan rumah yang sangat menumpuk. Kelemahan sektor daya kuda (horsepower) motornya terlihat jelas saat berduel di lintasan.
“Kita bisa melihat bagaimana Pecco (Bagnaia) menyalip saya di Tikungan 1 dengan sangat mudah. Kami masih butuh tenaga tambahan, terutama di gigi tiga sampai enam, serta traksi roda belakang yang lebih baik,” tambahnya.
Ujian Konsistensi di Montmelo
MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini akan menjadi ujian pembuktian krusial. Lintasan akan menguji apakah peningkatan performa di Prancis merupakan hasil dari konsistensi paket motor baru atau hanya sekadar keberuntungan sesaat di sirkuit yang cocok.
Quartararo sendiri memiliki sejarah manis di Sirkuit Catalunya. Ia pernah memenangkan balapan di kelas Moto2 dan sudah dua kali naik podium tertinggi kelas MotoGP pada musim 2020 dan 2022 lalu.
“Montmelo adalah trek yang sangat saya sukai. Akhir pekan ini akan menjadi tes yang bagus untuk memahami apakah setelan (set-up) yang kami temukan saat tes Jerez bekerja dengan baik di sini. Saya sangat fokus dan termotivasi untuk terus mendorong hingga hasil terbaik,” pungkas pembalap yang dirumorkan akan berpindah pabrikan pada era regulasi baru nanti.











