Ketum PAN dan Menko Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), saat menyambangi korban kebakaran di Pengadegan, Jakarta Selatan. (Foto: Dok. PAN)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Solidaritas kemanusiaan dalam masa tanggap darurat bencana kembali ditunjukkan oleh Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Pria yang akrab disapa Zulhas ini ‘turun gunung’ langsung menemui ratusan korban terdampak kebakaran di Kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.
Kunjungan Zulhas kali ini tidak sendiri. Ia didampingi oleh barisan selebritas dan politikus ternama PAN, termasuk Surya Utama (Uya Kuya), Sigit Purnomo (Pasha Ungu), Muhammad Syauqie, Astrid Kuya, dan Adelia Pasha. Alih-alih hanya berpidato, rombongan ini memilih untuk langsung duduk bersama di tenda pengungsian, bahkan ikut bernyanyi bersama anak-anak korban bencana.
Kebakaran dahsyat di Jalan Pengadegan Timur Pancoran tersebut telah mengakibatkan lebih dari 115 keluarga atau sekitar 300 jiwa kehilangan tempat tinggal. Puluhan lapak dan dua pabrik hangus dilalap si jago merah. Beruntung, insiden ini tidak menelan korban jiwa.
Terapi Trauma dan Modal Harapan Baru
Dalam pertemuan tersebut, Zulhas memberikan perhatian khusus pada pemulihan trauma anak-anak. Ia memberikan apresiasi atas hasil mewarnai anak-anak pengungsi, sebuah upaya sederhana namun efektif untuk membantu mengembalikan keceriaan dan semangat mereka.
“Kita harus hadir bukan hanya lewat bantuan, tetapi lewat kebersamaan. Saat seperti ini, solidaritas menjadi kekuatan utama,” tegas Zulhas dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/10/2025). Ia menekankan pentingnya tanggap bencana yang tak hanya soal logistik, tetapi juga dukungan psikososial.
Lebih dari sekadar kebutuhan pangan, rombongan Zulhas juga menyalurkan bantuan mendesak lainnya. Bantuan tersebut mencakup alat mandi, kebutuhan balita seperti biskuit dan susu. Tujuannya adalah memastikan kebutuhan dasar warga yang mendadak kehilangan segalanya ini terpenuhi.
Yang paling penting dan menjadi sorotan adalah komitmen Zulhas untuk memberikan bantuan modal bagi warga terdampak. Bantuan ini bertujuan membantu mereka untuk memulai usaha kembali dan bangkit dari keterpurukan ekonomi.
“Dalam setiap bencana, yang paling penting adalah memastikan warga tidak kehilangan harapan dan dukungan. Kita hadir untuk saling menguatkan. Inilah semangat kemanusiaan,” ucap Zulhas.
Aksi ini melengkapi upaya dari berbagai lembaga lain, termasuk BPBD, PMI, dan Dinas Sosial, yang telah menyalurkan bantuan sejak awal musibah. Solidaritas nyata ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan ratusan jiwa korban kebakaran Pengadegan.














