Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berbicara soal pencapaian 1 tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dari sisi kebijakan fiskal.
Kesehatan Fiskal & Utang
– Defisit APBN < 3% PDB, Dijaga tetap prudent (hati-hati)
– Rasio Utang < 40% PDB, Jauh di bawah batas aman (60%)
Stimulus Likuiditas Bank
– Isu Awal: Uang negara mengendap di Bank Indonesia (BI), memperlambat ekonomi
– Perbaikan: Rp200 Triliun SAL (Saldo Anggaran Lebih) diguyur ke Bank BUMN
– Tujuan: Meningkatkan likuiditas perbankan untuk pergerakan ekonomi yang lebih baik
– Alokasi Kucuran Dana Rp200 Triliun (ke Bank BUMN)
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi
– Q4 2025: Optimistis tumbuh > 5,5%
– 2026 (Tahun Depan): Dorongan ke arah 6% (mendekati 6% atau sedikit di atas 6%)
– 2 Tahun ke Depan: Bisa mencapai antara 6% hingga 6,5%
– Akhir Pemerintahan: Berharap bisa menuju target awal mendekati 8%
“Kebijakan fiskal masih prudent, Defisit APBN di bawah 3 persen, dan Risiko Utang di bawah 40 persen,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
“Tahun depan kita coba dorong ke arah 6 persen… Akhir pemerintahan bisa ke arah mendekati (8 persen),” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.














