3 Bulan Lagi CBP Tembus 6 Juta Ton, Mentan Amran Minta Purbaya Guyur Bulog untuk Sewa Gudang

3 Bulan Lagi CBP Tembus 6 Juta Ton, Mentan Amran Minta Purbaya Guyur Bulog untuk Sewa Gudang

Iwan Medium.jpeg

Sabtu, 14 Februari 2026 – 03:09 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan kepada awak media seusai menghadiri acara 'Retret Bela Negara PWI' di Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/1/2026). (Foto: Antara/Aria Ananda)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan kepada awak media seusai menghadiri acara ‘Retret Bela Negara PWI’ di Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/1/2026). (Foto: Antara/Aria Ananda)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Melonjaknya produksi beras nasional ternyata melahirkan masalah baru, karena kapasitas gudang yang dimiliki pemerintah atau perum Bulog, tidak memadai. Perlu membangun gudang baru atau menyewanya. Kalau tidak, beras akan mengalami turun kualitas yang pada akhirnya negara akan merugi. 

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan, cadangan beras pemerintah (CBP) per Juni 2025, mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Yakni mencapai 4,2 juta ton. Jumlah ini diperkirakan terus mengalami kenaikan pada tahun ini.

Selanjutnya, Mentan Amran menyebut adanya keterbatasan gudang penyimpanan beras milik Bulog. Bayangkan saja, CBP mencapai 4,2 juta ton sementara kapasitas gudang Bulog hanya 3 juta ton. Artinya, sebanyak 1,2 juta ton beras tak bisa masuk gudang.

Atas fenomena ini, wajar jika Mentan Amran meminta Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tambahan anggaran kepada Perum Bulog untuk membangun atau sewa gudang.

“Pak Menteri Keuangan, izin jika diberikan sedikit tambahan dana untuk Bulog, bukan kami. Sekarang saja, kita sudah sewa gudang kapasitas 1 juta ton. Dan, produksi beras kita naik tajam,” kata Mentan Amran di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Tambahan anggaran untuk sewa gudang, lanjut Mentan Amran, menjadi sangat penting mengingat cadangan beras Indonesia diperkirakan bakal naik menjadi 6 juta ton dalam tiga bulan ke depan.

“Kemungkinan 3 bulan ke depan 6 juta ton. Sedangkan kapasitas gudang hanya 3 juta ton. Ini mungkin butuh dana tambahan Pak. Aku yang mintakan, ini bukan untuk pertanian,” kata Mentan Amran.

Informasi saja, saat ini, Bulog terus melakukan penyerapan gabah setara beras dari produksi dalam negeri. Ia meyakini serapan di tahun 2026 ini akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami pantau tadi malam, serapannya lebih tinggi daripada awal tahun lalu. Luas tanaman kita lebih tinggi dari tahun lalu. Aku ikuti kurang lebih (serapan) 5 ribu ton tadi malam, tanggal 21 Januari,” ujar Mentan Amran.

Dalam laporan yang diterima Badan Pangan Nasional (Bapanas), per 22 Januari 2026, Perum Bulog telah melaksanakan pengadaan setara beras produksi dalam negeri totalnya hingga 15,6 ribu ton. Ini terdiri dari pengadaan untuk stok CBP 13,5 ribu ton dan komersial 2 ribu ton.

Kepala Bapanas Amran Sulaiman optimistis, total stok CBP dapat tembus 6 juta ton. Dengan itu, kondisi tersebut mengindikasikan ketersediaan beras nasional berada di jalur yang sangat memadai.
 

Visited 10 times, 1 visit(s) today