Kebijakan garis keras imigrasi Donald Trump menunjukkan hasil nyata. Sejak kembali menjabat sebagai presiden pada Januari lalu, Amerika Serikat (AS) telah menangkap lebih dari 480 ribu imigran ilegal di seluruh negeri. Fokus utama penegakan hukum ini menyasar para imigran yang memiliki catatan kriminal.
Hal ini diungkapkan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dalam sebuah konferensi pers di Florida, Senin (20/10/2025). Angka tersebut menjadi penegasan atas peningkatan tajam fokus pemerintahan Trump pada penegakan hukum keimigrasian selama masa jabatan keduanya.
“Sejak Januari, Departemen Keamanan Dalam Negeri telah menangkap lebih dari 480 ribu imigran ilegal kriminal. 70 persen dari mereka telah didakwa atau dihukum atas dakwaan kriminal tersebut,” tegas Noem, menunjukkan betapa masifnya operasi ‘pembersihan’ ini.
Angka penangkapan yang tinggi ini memperjelas prioritas utama pemerintahan Trump: menciptakan masyarakat yang lebih aman bagi warga negara AS.
“Di seluruh negeri, kami berupaya menciptakan masyarakat yang lebih aman agar keluarga dapat berkembang, sejahtera, dan menikmati kebebasan yang negara ini dirikan,” tambahnya, merujuk pada janji utama kampanye Trump.
2 Juta Imigran Tinggalkan Negeri Paman Sam
Selain penangkapan terhadap imigran ilegal kriminal, data Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) juga mencatat pergerakan keluar yang signifikan dari AS.
Bulan lalu, DHS mengumumkan bahwa total 2 juta imigran ilegal telah meninggalkan AS sejak 20 Januari, hari pelantikan Trump.
Menurut pernyataan resmi, jumlah 2 juta itu mencakup dua kategori besar: sekitar 1,6 juta deportasi mandiri sukarela dan lebih dari 400 ribu deportasi formal yang dilakukan otoritas AS. Menariknya, seluruh proses deportasi ini dicapai dalam kurun waktu kurang dari 250 hari, sebuah kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Angka-angka ini menjadi indikator kuat keberhasilan kebijakan imigrasi Trump yang ketat, yang sejak awal telah berjanji untuk melakukan deportasi massal terbesar dalam sejarah AS. Penegakan hukum yang intensif dan fokus pada imigran dengan catatan kriminal telah menekan banyak individu tanpa status hukum untuk mengambil inisiatif meninggalkan AS secara mandiri.
Pencapaian ini sekaligus menandai pemenuhan janji kampanye Trump untuk menindak tegas imigrasi ilegal demi keamanan nasional dan penegakan supremasi hukum di AS.














