Sukses China Daur Ulang Baterai EV: 99,6 Persen Material Penting Kembali

Sukses China Daur Ulang Baterai EV: 99,6 Persen Material Penting Kembali

Ikhsan Medium.jpeg

Selasa, 21 Oktober 2025 – 17:18 WIB

China raih rekor daur ulang baterai mobil listrik, memulihkan 99,6 persen nikel, kobalt, dan mangan. (Foto: automobilwoche.de)

China raih rekor daur ulang baterai mobil listrik, memulihkan 99,6 persen nikel, kobalt, dan mangan. (Foto: automobilwoche.de)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Upaya China untuk memperkuat industri dan pengelolaan limbah baterai mobil listrik (EV) mencatat kemajuan signifikan. Pemerintah China kini telah menerapkan standar nasional baru yang menghasilkan tingkat daur ulang material penting yang sangat tinggi, sekaligus memperkuat komitmen negara itu terhadap keberlanjutan.

Dalam sebuah program percontohan yang berhasil, dilaporkan bahwa lebih dari 99 persen material krusial seperti nikel, kobalt, dan mangan berhasil dipulihkan dari baterai EV bekas.

Berdasarkan laporan dari IT-Home yang dikutip Car News China, beberapa perusahaan bahkan berhasil mencapai tingkat pemulihan nikel-kobalt-mangan hingga 99,6 persen, serta tingkat pemulihan litium sebesar 96,5 persen.

Angka-angka fantastis ini tidak hanya mendukung pengelolaan baterai kendaraan listrik yang jauh lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis yang besar bagi Beijing.

Total 22 Standar Nasional Ditetapkan

Untuk mendukung capaian ini, Otoritas China baru saja menambah lima standar nasional baru, sehingga total kini terdapat 22 standar yang secara komprehensif mengatur pengelolaan, pembongkaran, hingga penggunaan kembali baterai EV yang sudah tidak terpakai.

Beberapa standar yang sudah diterapkan secara luas dan kini menjadi acuan industri meliputi spesifikasi teknis untuk pembongkaran baterai kendaraan dan deteksi sisa energi baterai. Standar yang ketat ini berfungsi memastikan proses daur ulang berjalan aman, efisien, dan berkelanjutan di berbagai sektor.

Pemerintah China juga membentuk komite teknis nasional khusus untuk menyusun dan menyelaraskan seluruh standar ini. Komite tersebut bertugas mensertifikasi proses daur ulang baterai dengan melibatkan berbagai pihak penting, mulai dari pemasok bahan baku, produsen baterai, perusahaan daur ulang, hingga pelaku industri kimia dan pemanfaatan material bekas.

Menariknya, fokus komite ini tidak hanya terbatas pada kendaraan listrik darat, melainkan juga mencakup aplikasi kelautan serta sistem penyimpanan energi.

China Dominasi Standar Global dan Keamanan

Di panggung global, China juga mengambil peran proaktif dalam pembuatan standar internasional. Proposal dari Beijing yang berjudul ‘Pedoman Umum untuk Pengosongan Energi Mendalam dalam Daur Ulang Baterai’ telah disetujui menjadi proyek standar internasional oleh IEC (International Electrotechnical Commission).

Saat ini, hampir 40 ahli asal China tercatat aktif berpartisipasi dalam komite teknis internasional terkait baterai.

Meskipun giat mendorong daur ulang, pemerintah China tetap memprioritaskan keselamatan. Mereka menegaskan bahwa penggunaan baterai bekas dilarang keras untuk kendaraan seperti sepeda listrik.

Standar keamanan baterai lithium pun terus diperbarui untuk memastikan keamanan, efisiensi, dan keberlanjutan dalam seluruh proses daur ulang.

Topik
Komentar

Visited 1 times, 1 visit(s) today