Museum Bagawanta Bhari Dijarah Saat Kerusuhan di Kediri, Bupati Mas Dhito Minta Artefak Dikembalikan

Museum Bagawanta Bhari Dijarah Saat Kerusuhan di Kediri, Bupati Mas Dhito Minta Artefak Dikembalikan


Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengimbau oknum yang menjarah artefak di Museum Bagawanta Bhari saat kerusuhan pada Sabtu (30/8) malam untuk mengembalikan benda-benda peninggalan budaya tersebut. Museum tersebut menjadi salah satu sasaran perusakan dalam aksi massa yang membakar sebagian besar komplek kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri.

Dalam konferensi pers pada Minggu (31/8), Bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini merinci sejumlah kerusakan dan kehilangan di museum. Salah satu benda cagar budaya yang hilang adalah fragmen Kepala Ganesha dan tiga koleksi kain batik wastra.

Selain itu, massa juga merusak miniatur lumbung dan sebuah Arca Bodhisatwa. Kaca-kaca museum pun pecah akibat aksi anarkis tersebut.
“Kami berharap sekali bisa kembali, karena peninggalan budaya memiliki nilai sejarah jadi sangat tidak pantas untuk menjadi sasaran,” kata Mas Dhito, didampingi jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kediri.

Ia meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan artefak yang hilang untuk segera melapor, dan secara khusus meminta para pelaku untuk mengembalikannya kepada Pemkab Kediri.

Pelayanan Publik Tetap Berjalan

Aksi anarkis pada Sabtu malam tidak hanya menyasar museum. Sebagian besar bangunan di komplek Kantor Pemkab Kediri hangus terbakar dan hanya menyisakan puing-puing. Gedung DPRD yang berada dalam satu komplek serta Kantor Samsat di seberang jalan juga ikut menjadi sasaran pembakaran.

Kondisi ini menyebabkan kantor pemerintahan lumpuh. Meski demikian, Mas Dhito menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat akan tetap berjalan di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.

“Terutama dalam bidang pelayanan publik tetap berjalan,” tegasnya.
Sementara itu, pasca-kejadian, petugas dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri langsung bergerak untuk mengamankan sisa benda-benda peninggalan budaya yang ada di Museum Bagawanta Bhari pada Minggu sore.
 

Visited 2 times, 1 visit(s) today