Grab Indonesia membenarkan kabar bahwa dua mitra pengemudi meninggal dunia dan tiga lainnya masih dirawat intensif di rumah sakit akibat aksi demonstrasi beberapa hari terakhir.
“Kami menyampaikan keprihatinan dan duka cita mendalam atas berpulangnya almarhum Affan Kurniawan di Jakarta dan almarhum Rusdamdiansyah di Makassar,” kata Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, dalam konferensi pers daring di Jakarta, Minggu (31/8/2025).
Doa dan Dukungan
Neneng mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kesembuhan bagi mitra yang masih dirawat. Tiga mitra itu adalah Moh Umar Amarudin di RS Pelni Jakarta, Aji di RSUD Tarakan Jakarta, dan Budi Haryadi di RS Primajaya Makassar.
“Keselamatan dan kesejahteraan mitra adalah prioritas utama Grab. Kami ingin berjalan bersama mitra sebagai keluarga, bukan hanya hubungan bisnis,” ujar Neneng.
Bantuan Hukum hingga Santunan
Grab memastikan pendampingan menyeluruh bagi keluarga korban dan mitra terdampak, mulai dari bantuan hukum, santunan, hingga dukungan langsung.
“Ini ikhtiar kami untuk menghadirkan aksi nyata, bukan sekadar janji,” tegasnya.
Gercep: Respons Cepat Grab
Neneng mengumumkan layanan khusus Gercep/Grab Respons Cepat yang bisa digunakan mitra mulai 2 September 2025 melalui tiga kanal:
- Saluran Darurat Khusus di nomor 021-2350-7032, langsung terhubung dengan agen terlatih.
- Help Center “Bantuan Tanggap Darurat”, lengkap dengan artikel khusus, formulir pelaporan, dan tombol Hubungi Kami.
- Live Chat Help Center, obrolan instan dengan agen prioritas untuk situasi darurat.
Latar Belakang
Affan Kurniawan meninggal dunia pada Kamis (28/8) setelah dilindas kendaraan taktis Brimob saat melintas untuk mengantarkan pesanan GoFood di tengah demonstrasi di Jakarta.
Sementara di Makassar, mitra ojol Rusdamdiansyah tewas pada Jumat (29/8) akibat dikeroyok massa di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) karena dituduh intelijen.














