Selebritas Sherina Munaf berinisiatif menyelamatkan kucing-kucing milik anggota DPR RI sekaligus artis Uya Kuya usai rumahnya dijarah massa anarkis, Sabtu (30/8/2025) malam.
Hal ini pun dikonfirmasi langsung oleh Sherina Senin (1/9/2025), melalui sebuah tulisan di akun Threads-nya. Tak sendirian, Sherina merescue salah satu kucing bersama temannya, Indra Diandra.
“Salah satu kucing dari rumah Uya Kuya ada yang rescue dan semalaman saya dan @indiradiandra sudah koordinasi langsung dengan rescuer. Pagi ini dijemput dan sekarang kucing posisi aman, sedang saya foster,” tulis Sherina Munaf.
Sherina mengatakan, ada sekitar 16-20 kucing di dalam rumah Uya Kuya saat penjarahan terjadi. Walaupun belakangan Uya selaku pemilik mengabarkan kalau kucingnya yang hilang berjumlah 12 ekor.
“Ini hanya satu ekor dari kemungkinan 16-20an ekor kucing yang di-breeding di lokasi tersebut. Kondisi: sangat kurus, tulang-tulangnya berasa banget kalau lagi di-pet badannya,” paparnya.
“Untuk 16-20an ekor kucing Uya Kuya, selain dari satu ekor yang saya amankan, saat ini belum tahu statusnya di mana. Info adalah beberapa ada yang diambil dan ada yang dilepas ke jalanan. Saat ini aku dan @indiradiandra sedang berusaha mendata foto2 dan ciri khas kucing-kucingnya,” sambung Sherina.
Terlepas dari itu, Sherina juga prihatin dengan kucing-kucing milik anggota DPR RI lainnya yakni Eko Patrio, yang rumahnya turut menjadi sasaran penjarahan.
Saat ini, Sherina mengaku sudah berkomunikasi dengan sang legislator dan mengabarkan kalau beberapa ekor kucing miliknya sudah ada di tangan rescuer.
“Saya juga sudah komunikasi dengan rescuer kucingnya Eko Patrio. Ada di tangan sesama cat lover dan aman, saat ini rescuer masih menunggu info dari owner,” tulisnya.
Sebelumnya, jajaran Polres Jakarta Timur mengaku telah berupaya mencegah amukan massa yang menjarah rumah anggota DPR RI Surya Utama atau biasa dikenal Uya Kuya di kawasan Duren Sawit, Minggu (31/8/2025) dini hari.
Pencegahan dilakukan oleh sejumlah personel usai mendengar informasi adanya pergerakan massa menuju kediaman politikus PAN tersebut. Ketika itu juga polisi langsung mendatangi lokasi, namun upaya pencegahan gagal.
“Polsek Duren Sawit mencoba lakukan imbauan kepada massa bahwa tindakan yang akan dilakukan dikategorikan sebagai pidana. Namun imbauan tersebut gagal,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan.
Menurutnya, jumlah massa terlalu banyak dan situasi di lapangan semakin tidak terkendali. Personel pun meminta bantuan ke Polres Jaktim untuk menghalau massa agar tidak melawan hukum.














