PBSI kembali membuka formasi baru usai memisahkan pasangan ganda putra Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto. Usai menuntaskan kerja sama mereka di Kejuaraan Dunia 2025 lalu, Rian kini memiliki dua opsi partner pengganti sekaligus.
Semula, Rian diproyeksikan berpasangan dengan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Nantinya duet Rian/Yeremia bakal melakoni uji coba di dua turnamen tur Asia yakni China Masters Super 750 (16-21 September) dan Korea Open Super 500 (23-28 September).
Namun, setelah itu, Rian rencananya juga akan dipasangkan dengan pemain lainnya yakni Rahmat Hidayat. Duet alternatif ini bakal mentas di tiga turnamen Eropa. Mulai dari Denmark Open 2025 (14-19 Oktober), French Open 2025 (21-26 Oktober) dan Hylo Open 2025 (28 Okt-2 Nov).
“Setelah Rian/Yeremia dicoba untuk kejuaraan di China dan Korea, untuk mencari alternatif, Rian juga akan dipasangkan dengan Rahmat Hidayat. Rian/Rahmat akan dicoba di tiga turnamen di Eropa,” tutur pelatih ganda putra PBSI, Antonius Budi Ariantho, Kamis (4/9/2025).
“Dari situ akan dilihat penampilan mereka secara pasangan chamistry-nya bagaimana antara Rian/Yeremia dan Rian/Rahmat. Hasilnya kita akan pertimbangkan untuk ke depannya,” lanjut dia.
Coach Anton mengatakan rentetan turnamen sisa tahun 2025 akan menjadi penentu siapa pasangan tetap Rian setelah diputuskan berpisah dengan Fajar.
“Rangkaian turnamen sisa di 2025 ada Kumamoto Masters dan Australia Open, dari hasil-hasil ini nanti akan saya tentukan dengan siapa Rian akan berpasangan,” tuturnya.
Semula, pada ajang Kejuaraan Dunia 2025 yang notabene menjadi panggung terakhir Fajar/Rian keduanya gagal meraih hasil maksimal.
Duet juara All England 2023 & 2024 itu tersingkir di babak 16 besar usai kalah dari wakil Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Duet berakronim FajRi takluk dalam pertarungan tiga gim sengit 21-13, 11-21, 17-21.
Sebagai pengingat saja, Fajar diputuskan kembali berduet dengan Muhammad Shohibul Fikri, sedangkan Rian dipasangkan dengan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan setelah kejuaraan dunia 2025. Keputusan itu diambil usai Fajar/Fikri sukses menjadi juara China Open 2025.
Fajar mengaku legawa menerima keputusan perombakan pasangan ini. Apalagi, menurutnya, status perubahan ini masih dalam tahap uji coba hingga akhir tahun 2025.
Ia juga memahami, para pelatih ingin menguji konsistensi duet barunya bersama Fikri, terlebih mereka baru saja menjuarai turnamen level Super 1000 yang merupakan ajang kedua sejak keduanya dipasangkan.
“Tapi memang ini kan masih masa percobaan juga, Pelatih dan PBSI juga masih pengen bukti yang lebih ya, bukti yang lebih. Kalau saya lihat bukti yang lebih untuk apakah saya sama Fikri ini bisa konsisten lebih buat kedepannya,” tambahnya.











