Komika sekaligus pemerhati musik Soleh Solihun turut berbicara soal kisruh Pestapora 2025, yang membuat sejumlah musisi ramai-ramai mundur dari festival musik tersebut.
Konser Pestapora 2025 memang tengah menuai sorotan lantaran melibatkan PT Freeport Indonesia sebagai sponsor.
Walau pihak penyelenggara sudah memutuskan kerjasama tersebut, namun hal ini tetap saja tak menyurutkan langkah sejumlah musisi termasuk Hindia dan .Feast untuk angkat kaki.
“Sungguh penuh cerita, Pestapora tahun ini. Pertama kalinya datang ke festival musik dari jam 08.00 WIB pagi. Pertama kalinya Ebiet G Ade berduet dengan Iwan Fals!,” ujar Soleh berbagi cerita mengenai kedatangannya di hari pertama penyelenggaran Pestapora 2025, Jumat (5/9/2025) lalu.
Soleh mengaku cukup takjup dengan penyelenggaran tahun ini, di mana untuk pertama kalinya ada kegiatan salat Jumat berjamaah di venue yang berlokasi di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.
“Pertama kalinya salat Jumat di venue. Pertama kalinya diimami Rhoma Irama,” katanya.
Namun yang menjadi perhatian utama Soleh tetap pada fenomena mundur berjamaahnya para musisi dan band dari pegelaran musik tersebut.
“Pertama kali juga banyak band mundur karena ada sponsor yang bermasalah. Kita harus menghormati keputusan mereka yang batal manggung. Kita juga harus menghargai @kikiauliaucup dan Pestapora yang sudah minta maaf dan mengakui kesalahannya,” katanya bijak.
Soleh berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak. Untuk penyelenggara kata Soleh, agar hati-hati ketika memilih sponsor.
Adapun, para musisi diharapkan dapat merinci hal-hal di luar riders yang berpotensi mencederai kerja sama. Dengan begitu, tidak lagi terjadi situasi di mana penyelenggara dianggap membohongi lantaran menggandeng sponsor yang bermasalah.
“Kita hormati juga keputusan band yang tetap manggung. Tak perlu menghujat mereka. Semua band punya pertimbangan sendiri,” katanya.
“Kalau memang keberatan dengan acara, ya tak usah datang. Memang tak ada opsi refund, tapi kalau punya prinsip, harusnya prinsip Anda lebih mahal dari harga tiketnya kan?,” ujar sosok yang juga aktif di industri film tersebut.
Terakhir, Soleh berharap polemik ini tidak membuat publik lupa saat ini warga tengah berjuang menuntut pemerintah dan DPR RI agar menetapkan kebijakan yang pro terhadap rakyat.
Menurutnya, musisi, penonton, maupun penyelenggara sejatinya berada di posisi yang sama, yakni sebagai warga negara.














