PT Pertamina Patra Niaga melatih Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Fajar di Tasikmalaya untuk mengolah hasil panen cabai dan ikan menjadi produk bernilai jual tinggi.
Melalui pelatihan yang digelar pekan ini, para ibu-ibu tani yang sebelumnya fokus pada perkebunan dan perikanan kini mampu memproduksi sambal kemasan dan cookies ikan yang inovatif.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari (7-8 September) di dapur KWT Mekar Fajar ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Katasik Ar-Razaq.
Para peserta dibimbing langsung oleh pelaku usaha kuliner lokal untuk menciptakan produk yang higienis, awet, dan memiliki kemasan modern.
Fitri Nurhayati, salah satu anggota KWT, mengaku wawasan dan keterampilannya bertambah secara signifikan.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Semoga bisa menambah penghasilan untuk KWT, tidak hanya dari lahan pertanian tetapi juga dari pengolahan hasilnya,” ungkap Fitri, Kamis (11/9).
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menyatakan program ini adalah wujud komitmen perusahaan dalam memberdayakan potensi lokal.
“Program ini tidak hanya menghadirkan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Inisiatif yang bertujuan mendukung kemandirian ekonomi kelompok wanita tani ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah Kota Tasikmalaya.
Produk sambal kemasan dan cookies ikan ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi KWT Mekar Fajar sekaligus menjadi oleh-oleh khas baru dari Tasikmalaya.














