(kiri ke kanan) Ketua Program Kurban 1447 H Dompet Dhuafa Ali Bastoni, Aktor/artis Indro Warkop DKI, Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini, Relawan Dompet Dhuafa Ronggo Wirasanu saat konferensi pers di Kantor Dompet Dhuafa, Jaksel, Senin (25/5/2026). (Foto: Inilah.com/Vonita)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dompet Dhuafa mengajak masyarakat memaknai ibadah kurban tidak sekadar penyembelihan hewan, melainkan bentuk pengorbanan demi meraih ridha Allah SWT.
Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini mengatakan inti dari ibadah kurban adalah kesediaan seseorang mengorbankan apa yang dimiliki, baik harta, tenaga, pikiran, maupun kemampuan lainnya.
“Sesungguhnya intisari dari kurban itu adalah berkorban. Kita mau mengorbankan sesuatu entah pikiran, tenaga, harta, atau apa pun dalam rangka mencari kecintaan Tuhan, rida Allah Subhanahu wa ta’ala,” kata Ahmad dalam konferensi pers di Kantor Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).
Ahmad menjelaskan semangat pengorbanan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk melalui aksi kemanusiaan yang dilakukan banyak pihak di berbagai negara.
“Nah inilah menurut kita yang perlu kita kuatkan di momentum kurban ini, bahwa sesungguhnya kita semua bisa berkorban dengan banyak cara dan banyak bentuk,” ujarnya.
Sementara itu, ia juga menekankan pentingnya nilai keikhlasan dan ketakwaan dalam berkurban.
“Yang paling penting adalah kita ikhlas dan takwa berkurban,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Program Kurban 1447 Hijriah Dompet Dhuafa Ali Bastoni menyebut masyarakat masih memiliki waktu untuk menunaikan ibadah kurban. Di mana, kurban yang ditawarkan pihaknya bisa disalurkan ke wilayah Palestina maupun pelosok Indonesia.
“Hari ini sudah sangat mudah berkurban. Dan masih ada waktu. Kalau Palestina, kita juga stand by, bahkan mulai dengan harga Rp2 jutaan,” kata Ali dalam kesempatan yang sama.
Ali juga menuturkan program kurban tahun ini difokuskan pada dua wilayah utama, yakni daerah pelosok Indonesia dan negara-negara yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.
“Pertama adalah pelosok Indonesia karena Indonesia adalah tempat hari ini kita berada. Yang kedua adalah negara-negara luar yang memang membutuhkan dukungan bantuan dalam bentuk hewan kurban ini,” jelasnya.
Ia pun mengungkap antusiasme masyarakat terhadap program kurban di wilayah terdampak bencana cukup tinggi. Bahkan, beberapa lokasi bahkan telah kehabisan kuota hewan kurban.
“Hewan kurban untuk di Aceh, Sumatera Utara, kemudian di Sumatera Barat itu sudah sold out. Artinya sudah habis,” ucapnya.
Untuk penyaluran tahun ini, Dompet Dhuafa menargetkan distribusi kurban di 24 provinsi dan lebih dari 800 desa di Indonesia, dengan menggandeng lebih dari 48 mitra di dalam maupun luar negeri.
Ali menambahkan masyarakat dapat menunaikan kurban melalui berbagai kanal yang disediakan lembaga tersebut, mulai dari platform digital, aplikasi, hingga transaksi langsung di kantor dan konter layanan.
“Kalau di Dompet Dhuafa itu mau transaksi itu mudah sekali, bisa melalui digital.dompetdhuafa.org itu platform kami ya ataupun juga melalui cash secara langsung baik di konter maupun di kantor, dan juga melalui Dompet Dhuafa Apps,” tuturnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














