Wanda Hamidah saat berada di kapal Keiseer. (Dokumentasi: Tangkapan layar Instagram Wanda Hamidah @wandahamidahbsa).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Usai semalaman terdampar di Kelibia, Tunisia, kapal Kaiseer yang dinaiki aktris Wanda Hamidah dan tim akhirnya kembali berlayar menuju Gaza, Palestina.
Kabar itu dibagikan langsung oleh Wanda Hamidah melalui unggahan di Instagram pribadinya baru-baru ini.
Ibu empat anak itu diketahui berlayar ke Gaza dari pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia, sejak Selasa (16/9/2025) sekitar pukul 21.40 waktu setempat. Ia pun menjadi menjadi satu-satunya aktivis perempuan di kapal tersebut.
Pada Jumat (19/9/2025) atau tiga hari setelah berlayar, Wanda tampak masih belum sampai di tujuannya. Dalam unggahan terbarunya, ia membagikan cerita betapa sulitnya mengarungi laut Mediterania.
“Day 3 kami meneruskan perjalanan menuju Gaza, cuaca kurang bersahabat, angin kencang dan ombak cukup besar membuat kami agak basah,” tulis Wanda dalam unggahannya yang juga memperlihatkan situasi kapal.
Bintang serial Rekaman Terlarang mengatakan kalau dalam waktu dekat ia kemungkinan akan berhenti sejenak di Italia untuk mengisi bahan bakar kapal.
“Banyak yang tanya kapal kami Keiser belum ada di radar GSF, karena ternyata dari awal belum dipasang tracker. But, ketika pengisian bahan bakar nanti kami akan berkumpul bersama di lautan, kapal Mali akan memberikan tracker kepada kami,” ucapnya.
Wanda menegaskan berbagai rintangan yang menghadang tidak menyurutkan tekad mereka untuk menuju Gaza. Misinya jelas, mengantarkan bantuan kemanusiaan dan berupaya membuka koridor kemanusiaan dari blokade yang dilakukan Zionis Israel.
“Ini gerakan sipil, non violent movement, yang dilindungi oleh peraturan internasional, Konvensi Jenewa. Saat genosida semakin ganas di Gaza, seharusnya bukan lagi warga sipil dan NGO yang bergerak, tapi negara,” ucap Wanda.
“Bangunkan rakyat kita untuk menekan negara melakukan tindakan aktif dan nyata dalam menghentikan genosida ini. Intervensi militer adalah sebuah keharusan! Untuk menghentikan genosida brutal dan pembantaian massal di Gaza, Palestina!,” lanjutnya.














