Deddy Mizwar: Indonesia Pasar Besar, Bisa Jadi Magnet Industri Film Negara Islam

Deddy Mizwar: Indonesia Pasar Besar, Bisa Jadi Magnet Industri Film Negara Islam

Ibnu Medium.jpeg

Senin, 22 September 2025 – 02:20 WIB

Aktor senior Deddy Mizwar saat melayat aktor Ray Sahetapy di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Soebroto, Menteng Jakarta Pusat, Kamis (3/4/2025). (Dokumentasi: Inilah.com/ Harris Muda)

Aktor senior Deddy Mizwar saat melayat aktor Ray Sahetapy di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Soebroto, Menteng Jakarta Pusat, Kamis (3/4/2025). (Dokumentasi: Inilah.com/ Harris Muda)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Aktor senior sekaligus Ketua Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) Deddy Mizwar menyatakan optimismenya bahwa Indonesia berpeluang menjadi pusat industri film bagi negara-negara Islam. Hal ini ia sampaikan menjelang pembukaan Arts Lumiere Indonesia Festival (ALIF): Muslim World Movie Screening 2025 di Jakarta, Jumat (19/9) malam.

“Indonesia menjadi pusat industri film negara-negara Islam itu bukan hal yang mustahil karena penduduk kita sangat besar dan didominasi oleh umat Islam. Artinya, ada pasar yang sangat besar di Indonesia,” kata Deddy.

Menurutnya, penyelenggaraan ALIF yang diprakarsai Kementerian Luar Negeri (Kemlu) merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kolaborasi kebudayaan antarnegara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). 

Ia menilai kerja sama tersebut bisa memperluas jaringan industri film, bahkan menarik investasi baru bagi infrastruktur perfilman nasional.

“Sekarang ini masih banyak kabupaten dan kota yang belum punya bioskop. Barangkali dengan kerja sama negara-negara Islam ini bisa membangun bioskop di berbagai daerah,” ujarnya.

Deddy meyakini investasi perfilman dari negara-negara OKI dapat memperkuat posisi Indonesia, sekaligus mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat industri film dunia Islam. 

Ia juga mengapresiasi Kemlu yang menghadirkan ALIF sebagai wujud diplomasi budaya Indonesia di panggung internasional.

Festival ALIF 2025

Festival ALIF diselenggarakan untuk pertama kalinya di Jakarta pada 19–21 September 2025. Sebanyak 45 film dari 16 negara anggota OKI diputar di beberapa lokasi, antara lain Galeri Nasional, Universitas Negeri Jakarta, Gedung Kesenian Jakarta, dan XXI Djakarta Theater.

Film-film yang ditayangkan mencakup berbagai genre, mulai dari dokumenter, drama, drama sosial, hingga fiksi. Selain pemutaran film, rangkaian acara juga mencakup diskusi film bersama sineas dan akademisi. Acara ini terbuka gratis untuk umum, dengan jadwal tayang dan informasi film dapat diakses melalui laman alif.kemlu.go.id.

Topik
Komentar

Visited 1 times, 1 visit(s) today