Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Samarinda Ulu 2 di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (27/8/2025). (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengonfirmasi adanya dugaan food tray (nampan) program Makan Bergizi Gratis (MBG) terpapar minyak babi. Konfirmasi tersebut disampaikan Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh, setelah pertemuan mendalam dengan berbagai pihak terkait.
“Dalam pertemuan tersebut, terkonfirmasi bahwa informasi tersebut valid,” kata Ni’am, Senin (22/9/2025).
Ni’am menjelaskan, kepastian itu diperoleh dari penjelasan saksi langsung proses produksi perusahaan, serta didukung dokumen tertulis.
Informasi tersebut dipaparkan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar MUI pada 29 Agustus 2025, dihadiri perwakilan BGN, BPJPH, BPOM, BSN, serta sejumlah asosiasi produsen alat makan.
MUI: Perlu Mitigasi Agar Program MBG Tidak Terganggu
Ni’am menekankan pentingnya langkah cepat untuk menyelesaikan isu ini agar program MBG tidak terhambat.
“Karena ini harus ada langkah mitigasi agar program MBG yang bagus ini tidak terhambat. Harus segera ada jalan keluar, dengan komitmen seluruh pihak,” tegasnya.
Ia menambahkan, MUI telah menyampaikan rekomendasi perbaikan kepada BGN guna memastikan kehalalan dan keamanan seluruh rantai penyelenggaraan MBG.
Lima Komitmen dari Pertemuan
Pertemuan tersebut menghasilkan lima komitmen penting untuk menjamin aspek halal dan thayyib dalam pelaksanaan MBG:
- Mendukung Program MBG: Program ini strategis untuk investasi SDM unggul, tetapi harus dijalankan dengan jaminan halal.
- Mengarusutamakan Halal: BGN, MUI, dan lembaga terkait wajib memastikan kehalalan produk, peralatan, hingga rantai pasok MBG.
- Koordinasi Lintas Sektor: Komitmen koordinasi antar kementerian, lembaga, dan pelaku usaha untuk menjaga kehalalan dan keamanan MBG.
- Mencegah Kegaduhan: Seluruh pihak diminta memitigasi potensi polemik akibat isu ketidakhalalan.
- Mekanisme Pengawasan: Jika terbukti ada produk tidak halal, harus ada mekanisme pencegahan, pengawasan, dan penindakan tegas.
BGN Beri Komitmen Penjaminan Halal
Dalam forum tersebut, BGN menyatakan komitmennya untuk memperkuat penjaminan halal dalam seluruh proses MBG, mulai dari bahan makanan, peralatan, hingga distribusi.
Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan isu yang ramai bukan terkait bahan food tray itu sendiri, melainkan pada penggunaan minyak saat proses pencetakan.
“Nah (persoalan food tray mengandung minyak babi) itu bukan pada food tray-nya, karena komponen food tray itu logam, salah satunya nikel. Jadi tidak ada minyak di dalam food tray-nya,” jelas Dadan.
“Minyak itu digunakan pada saat stamping-stamping atau percetakan yang digunakan pada alatnya supaya tidak panas dan (lebih) mudah. Nah kemudian setelah dicetak, minyak itu kemudian akan dibersihkan, direndam, dibersihkan sehingga steril begitu,” tambahnya.
Adapun PP Muhammadiyah meminta agar menghentikan penggunaan food tray usai Badan Pengelola Jaminan Produk Halal (BPJPH) menemukan kandungan non halal usai berkunjung ke pabrik pembuatannya di China.
BPJPH juga sudah koordinasi dengan BGN untuk melakukan sertifikasi halal pada program MBG termasuk antisipasi penggunaan food tray yang mengandung lemak babi.














