Mark Zuckerberg Klaim Instagram Tembus 3 Miliar Pengguna Aktif Bulanan

Mark Zuckerberg Klaim Instagram Tembus 3 Miliar Pengguna Aktif Bulanan

Raksasa teknologi Meta Platforms kembali mencetak sejarah gemilang. Media sosial berbagi foto dan video, Instagram, dikabarkan telah menembus angka 3 miliar pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users/MAU) pada akhir September 2025 ini. Pencapaian fantastis tersebut dikonfirmasi langsung oleh CEO Meta Mark Zuckerberg.

Capaian ini menjadi tonggak sejarah baru bagi platform yang identik dengan konten visual itu. Pasalnya, hanya dalam kurun waktu kurang dari empat tahun, Instagram berhasil menambah 1 miliar pengguna baru. Sebelumnya, Instagram dilaporkan mencapai 2 miliar pengguna bulanan pada Desember 2021.

Dominasi Meta di Jagat Digital

Mengutip laporan The Verge, Jumat (26/9/2025), Zuckerberg tidak hanya membanggakan prestasi Instagram. Ekosistem Meta secara keseluruhan menunjukkan dominasi yang kian tak tertandingi di jagat digital.

Platform andalan lainnya, Facebook, disebut telah melampaui angka 3 miliar pengguna aktif bulanan pada Januari 2025. Sementara itu, layanan pesan instan WhatsApp juga berhasil mencapai jumlah pengguna serupa pada April 2025.

Konsistensi pertumbuhan ini mengukuhkan posisi Meta sebagai penguasa utama lanskap media sosial dan komunikasi global.

Meski demikian, pihak Meta belum merinci apakah jumlah 3 miliar pengguna baru Instagram ini sudah mencakup pengguna dari aplikasi pesaing X (dulunya Twitter), yakni Threads, yang baru diluncurkan pada Juli 2023.

Seperti diketahui, pengguna Threads diwajibkan mendaftar menggunakan akun Instagram. Isu ini menjadi menarik mengingat pertumbuhan cepat Threads di awal peluncurannya.

Reels dan Direct Message Jadi Senjata Utama

Lantas, apa yang menjadi pendorong utama meroketnya angka pengguna Instagram?

Menurut analisis dari Bloomberg, pertumbuhan signifikan pengguna Instagram disinyalir kuat berkat kepopuleran fitur Direct Message (DM) dan konten video pendek Reels.

Kedua fitur ini dinilai sukses menarik perhatian dan memberikan pengalaman baru bagi pengguna, sehingga memicu gelombang kedatangan pengguna baru secara masif.

Menanggapi momentum emas ini, Instagram memastikan akan berfokus penuh dalam meningkatkan pengalaman dan pembaruan pada kedua fitur kunci tersebut di masa mendatang.

Kepala Instagram Adam Mosseri mengonfirmasi kepada Bloomberg bahwa pembaruan besar akan segera dilakukan. Perubahan tersebut mencakup kemudahan menemukan fitur DM dan Reels yang akan ditempatkan pada bilah navigasi (navigation bar) layar beranda platform, menjadikannya lebih mudah diakses oleh miliaran penggunanya.

Algoritma dan Uji Coba Strategis

Selain perubahan antarmuka, Instagram juga sedang menggodok pembaruan algoritma. Pembaruan ini memungkinkan pengguna memiliki kontrol lebih besar untuk memengaruhi topik mana yang lebih sering (atau lebih jarang) muncul di beranda utama (feed) dan umpan Reels mereka.

Hal ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman pengguna yang lebih personal dan relevan.

Dalam langkah strategis memanfaatkan kondisi pasar yang unik, Instagram berencana menjalankan uji coba di dua pasar utama, yaitu India dan Korea Selatan. Uji coba ini akan mengarahkan pengguna secara otomatis ke Reels segera setelah mereka membuka aplikasi.

Langkah ini ditafsirkan sebagai upaya cerdas Meta untuk menyerap momentum pasar, terutama di India, pascapelarangan aplikasi TikTok di negara tersebut.

Dengan terus berinovasi dan beradaptasi terhadap tren konten visual singkat, Meta tampaknya kian percaya diri mempertahankan dominasi pasar dan target 3 miliar pengguna di seluruh ekosistemnya.

Visited 2 times, 1 visit(s) today