Toyota Indonesia Siap Tembus Ekspor 3 Juta Unit, dari Kijang Buaya hingga HEV Global

Toyota Indonesia Siap Tembus Ekspor 3 Juta Unit, dari Kijang Buaya hingga HEV Global

Ikhsan Medium.jpeg

Minggu, 28 September 2025 – 02:03 WIB

Pabrik mobil PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang, Jawa Barat. (Foto: Dok.TMMIN)

Pabrik mobil PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang, Jawa Barat. (Foto: Dok.TMMIN)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Perjalanan Toyota Indonesia di industri otomotif nasional bukan sekadar kisah bisnis, melainkan epos transformasi selama lebih dari lima dekade. Sejak pertama kali menjejakkan kaki pada 1971, merek Jepang ini tak henti bertumbuh hingga kini siap menembus rekor fantastis: ekspor kumulatif 3 juta unit kendaraan utuh (CBU) ke mancanegara.

Perusahaan memulai sejarah panjangnya melalui pendirian beberapa entitas kunci, seperti TAM (1971), Multi-Astra (1973), Toyota Mobilindo (1976), dan Toyota Engine Indonesia (1982). Seluruh entitas tersebut akhirnya dilebur menjadi Toyota Astra Motor pada 1989.

Kemudian, pada tahun 2003, dilakukan restrukturisasi besar menjadi Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), yang kini fokus utama pada manufaktur dan ekspor, sementara TAM berfokus pada distribusi dan penjualan domestik.

Lahirnya Legenda Kijang dan Komitmen Manufaktur Penuh

Bisnis Toyota Indonesia diawali pada 1971 dengan perkenalan model perdana Corolla kepada masyarakat Tanah Air. Dua tahun berselang, pada 1973, aktivitas perakitan kendaraan di dalam negeri dimulai.

Titik balik terjadi pada 1977, ketika Toyota meluncurkan Kijang generasi pertama. Model ikonik yang dikenal dengan julukan ‘Kijang Buaya’ ini lahir dari sinergi responsif terhadap program pemerintah Kendaraan Bermotor Niaga Serbaguna (KBNS) di awal 1970-an.

post-cover

Pemerintah kala itu menginginkan kendaraan serbaguna yang terjangkau untuk menunjang pembangunan. Toyota, yang sudah menginisiasi proyek Basic Utility Vehicle (BUV) sejak 1972, langsung menangkap peluang emas ini.

Komitmen pada penguatan produksi lokal terus berlanjut. Pada 1982, Toyota Indonesia mulai memproduksi mesin secara lokal. Puncaknya pada 1989, perusahaan menjalankan proses produksi kendaraan secara menyeluruh (full manufacturing) dan memulai pengiriman Full CKD (completely knocked down), mengekspor komponen untuk dirakit di negara tujuan.

TMMIN: Basis Produksi Global dan Era Elektrifikasi

Lompatan besar dalam ekspor dimulai pada 1987, ketika Toyota Kijang generasi ke-3 mulai dikirim ke Brunei Darussalam dan negara-negara Asia Pasifik. Namun, peran Indonesia makin signifikan di mata dunia pada 2004. 

Saat itu, Toyota Motor Corporation (TMC) menetapkan Indonesia sebagai basis produksi global untuk proyek International Multi-Purpose Vehicle (IMV), melahirkan model-model strategis seperti Kijang Innova dan Fortuner.

Posisi ini diperkuat dengan beroperasinya kompleks pabrik Karawang pada 2012, yang melayani pasar Asia, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Latin.

post-cover

Kapasitas manufaktur TMMIN kini terbagi di tiga lokasi: Sunter Plant 1 (produksi mesin TR Engine dengan kapasitas 195 ribu unit/tahun), Sunter Plant 2 (produksi press part dan casting part), serta kompleks pabrik Karawang yang terdiri dari tiga fasilitas utama.

Karawang Plant 1 dan 2 memiliki kapasitas gabungan 282 ribu unit per tahun, memproduksi beragam model, termasuk Kijang Innova, Fortuner, Veloz, Yaris Cross, hingga varian HEV (Hybrid Electric Vehicle). Karawang Plant 3 berfokus pada produksi mesin R-NR Engine.

Dari 1 Juta ke 3 Juta Unit dan Proyeksi Investasi Rp105 Triliun

Kinerja ekspor TMMIN sungguh luar biasa. Momentum pencapaian 1 juta unit akumulatif diraih pada 2018. Meskipun sempat ada tantangan global, ekspor terus tumbuh, menembus pasar Australia melalui Fortuner. Puncaknya, pada 2022, Toyota Indonesia mencatatkan total 2 juta unit ekspor CBU. Angka itu terus melesat menjadi 2,5 juta unit pada 2023.

Di era kendaraan elektrifikasi, tren ekspor mobil hybrid dari Toyota Indonesia melonjak lebih dari 100 persen pada 2024, didominasi oleh Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV.

post-cover

Dengan track record tersebut, tak heran jika pada tahun ini Toyota Indonesia memproyeksikan volume ekspor CBU mencapai 3 juta unit dengan tujuan lebih dari 100 negara di dunia. Keberhasilan ini didukung oleh lebih dari 360 ribu pekerja yang terlibat di seluruh rantai usaha.

Tak hanya itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang sempat menyebut bahwa investasi Toyota di Tanah Air diproyeksikan mencapai Rp105 triliun pada 2026, menegaskan Indonesia sebagai hub manufaktur global yang strategis.

Topik
Komentar

Visited 1 times, 1 visit(s) today