Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB Syamsu Rizal. (Foto: Dok. DPR RI)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tengah menyelidiki dugaan pelanggaran HAM dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul insiden keracunan massal di sejumlah daerah.
Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengatakan pihaknya telah mengumpulkan fakta dan informasi awal terkait kasus tersebut, dan akan menyampaikan sikap resmi kepada publik dalam waktu dekat.
“Terkait program MBG, kami telah mengumpulkan fakta dan informasi mengenai insiden keracunan di berbagai wilayah,” ujar Anis di Gedung DPR RI, Senin (29/9).
Anis menjelaskan, hasil temuan sementara akan dipublikasikan dalam waktu 1–2 hari, termasuk pemetaan potensi pelanggaran HAM serta rekomendasi kepada pemerintah.
“Nanti akan kami sampaikan kasus-kasusnya itu dan dugaan potensi pelanggaran HAM-nya di mana, lalu rekomendasi kita kepada pemerintah seperti apa. Tetapi kami menaruh atensi terkait dengan kasus MBG ini,” ujarnya.
Saat ini, tim investigasi Komnas HAM masih melakukan identifikasi awal terhadap laporan yang masuk dari sejumlah wilayah.
“Tim sedang mengidentifikasi kasus dan melakukan pemeriksaan awal. Setelah itu, kami akan turun ke lapangan untuk menyusun rekomendasi perbaikan tata kelola, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” jelas Anis.
Sebelumnya, pemerintah mengevaluasi para juru masak di semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait dengan kedisiplinan, kualitas, dan kemampuan memasak, usai munculnya kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Salah satu evaluasi yang utama adalah mengenai kedisiplinan, kualitas, kemampuan juru masak tidak hanya di tempat terjadi (keracunan), tetapi juga di seluruh SPPG,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada konferensi pers di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Minggu (28/9).
Hal tersebut merupakan salah satu poin pembahasan dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada Program Prioritas Makan Bergizi Gratis.
Sebanyak 4.711 orang menjadi korban keracunan MBG di tujuh wilayah Indonesia. Dari jumlah itu, 1.281 kasus terjadi di Sumatra, 2.606 kasus di Jawa, serta 824 kasus di Kalimantan, Bali, Sulawesi, NTT, Maluku hingga Papua.
Namun, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat angka berbeda yakni mencapai 6.452 korban per 21 September 2025. Kasus di Bandung Barat menjadi salah satu yang disorot. Laboratorium Kesehatan (Labkes) Jawa Barat menemukan bakteri Salmonella dan Bacillus Cereus pada sampel makanan program MBG.
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), ada 9.533 SPPG yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Namun, hingga kini belum ada kepastian berapa di antara mereka yang sudah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).














