Tijjani Reijnders dari Manchester City merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Liga Primer antara Wolverhampton Wanderers dan Manchester City di Molineux pada 16 Agustus 2025 di Wolverhampton, Inggris. (Foto: Alex Pantling/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Gelandang Belanda keturunan Indonesia, Tijjani Reijnders, mengungkap alasan di balik keputusannya meninggalkan AC Milan dan bergabung dengan Manchester City pada bursa transfer musim panas lalu.
Ia menilai kepindahan itu merupakan “langkah maju” dalam kariernya, mengingat dominasi The Citizens dalam beberapa tahun terakhir.
Reijnders, 27 tahun, resmi berseragam City setelah ditebus sekitar €70 juta—hanya dua tahun setelah Milan mendatangkannya dari AZ Alkmaar seharga €20 juta pada 2023. Meski masih memiliki ikatan emosional dengan Rossoneri, ia tak bisa menolak kesempatan yang datang.
“Kalau melihat dua tahun terakhir antara City dan Milan, ini jelas langkah maju dari segala sisi,” ujar Reijnders kepada MilanNews.it. “Lihat saja jumlah trofi yang mereka menangkan, pelatih luar biasa yang ada di sini, dan kualitas para pemainnya.”
Ucapkan Terima Kasih ke Milan
Reijnders menegaskan kepindahannya bukan berarti kehilangan rasa hormat terhadap Milan. “Saya punya banyak perasaan untuk Milan, tapi ada kereta yang hanya lewat sekali. Dan kesempatan ini tak bisa saya lewatkan,” tambahnya.
Selama dua musim di San Siro, ia tampil solid sebagai gelandang serbaguna dan membantu Milan tetap bersaing di papan atas Serie A serta Liga Champions.
Adaptasi Cepat di City
Sejak bergabung, Reijnders langsung menjadi starter reguler di lini tengah Pep Guardiola. Ia bahkan sudah mencetak gol di Premier League melawan Wolverhampton Wanderers pada Agustus lalu dan memberi dimensi baru dalam permainan City yang bertabur bintang.
Kehadirannya melengkapi lini tengah yang sebelumnya sudah dihuni Bernardo Silva, Rodri, dan Phil Foden, membuat City semakin tangguh dalam ambisi mempertahankan dominasi domestik dan Eropa.














