Gian Piero Gasperini, Pelatih Kepala AS Roma, mengamati sebelum pertandingan Serie A antara AS Roma dan Bologna FC 1909 di Stadio Olimpico pada 23 Agustus 2025 di Roma, Italia. (Foto: Paolo Bruno/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
AS Roma harus menelan kekalahan mengejutkan 0-1 dari Lille pada laga fase liga Liga Europa di Stadion Olimpico, Jumat (3/10) dini hari WIB.
Pertandingan ini akan dikenang bukan hanya karena gol cepat Hakon Arnar Haraldsson, melainkan juga drama luar biasa ketika Roma gagal mengeksekusi penalti hingga tiga kali.
Gol Haraldsson pada menit ke-6 menjadi satu-satunya pembeda. Setelah itu, Lille bertahan mati-matian menghadapi gempuran Roma yang melepaskan 20 tembakan, enam di antaranya tepat sasaran.
Namun momen paling gila terjadi saat Roma mendapat penalti. Artem Dovbyk maju sebagai algojo, tapi tendangannya ditepis Berke Ozer.
Karena ada pelanggaran encroachment, penalti diulang. Tendangan kedua Dovbyk kembali gagal.
Penalti lalu diberikan pada Matias Soule, yang justru juga dimentahkan kiper Lille itu.
“Belum pernah saya lihat sebelumnya, tiga penalti berturut-turut gagal seperti itu,” ujar pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, dikutip dari Sky Sport via TuttoMercatoWeb.
Meski kecewa, Gasperini menolak terlalu larut dalam kekecewaan.
“Kami tertinggal lebih dulu, yang membuat kondisi jadi lebih sulit. Tapi saya lihat semangat dan ritme permainan cukup baik. Ini bukan sistem gugur, masih ada delapan laga di fase ini. Kami harus melihat hal-hal positif,” tegasnya.
Di sisi lain, Lille patut mengapresiasi kiper Berke Ozer yang menjadi pahlawan kemenangan. Selain menggagalkan tiga penalti, ia juga tampil konsisten menjaga gawang tetap perawan hingga akhir laga.
Kekalahan ini membuat Roma terdampar di posisi ke-15 klasemen sementara dengan tiga poin, sementara Lille merangsek ke papan atas dengan enam poin dari dua pertandingan.














