DPR Harap UMKM Siapkan Diri Masuk Pasar Eropa Lewat IEU CEPA

DPR Harap UMKM Siapkan Diri Masuk Pasar Eropa Lewat IEU CEPA

Clara Medium.jpeg

Senin, 6 Oktober 2025 – 11:33 WIB

Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa.(Foto: Fraksi Golkar)

Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa.(Foto: Fraksi Golkar)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa menilai pemberlakuan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) pada Januari 2027 akan menjadi momentum penting bagi UMKM Indonesia untuk menembus pasar Eropa.

Dia menekankan pentingnya kesiapan kualitas, sertifikasi, dan pendampingan berkelanjutan agar produk-produk lokal mampu memenuhi standar tinggi yang diberlakukan Uni Eropa.

“Melalui I-EU CEPA, kita memiliki peluang besar untuk memperluas ekspor ke Uni Eropa. Saya yakin UMKM Indonesia bisa masuk pasar Eropa asalkan kita dampingi dari segi kualitas, sertifikasi, hingga kemasan produk. Ini bukan sesuatu yang mustahil, asalkan kita disiplin dan memenuhi standar,” ujar Ade Rossi, Jakarta, Senin (6/10/2025).

Dia mengatakan, salah satu hal yang penting adalah peningkatan kemampuan UMKM dalam memenuhi persyaratan ekspor, termasuk packaging dan sertifikasi halal. Ade menyebut, sektor ekspor pangan seperti kopi, bumbu rempah, dan makanan olahan khas Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan di pasar Eropa.

“Kopi dan rempah kita itu punya nilai jual tinggi di Eropa. Kalau kita bantu dari segi sertifikasi dan kemasan, saya yakin produk Indonesia bisa punya tempat tersendiri,” jelasnya.

Meski begitu, Ade tidak menutup mata terhadap tantangan pendanaan dan permodalan yang dihadapi UMKM. Dia menilai diperlukan kolaborasi lintas sektor agar pelaku usaha kecil mendapatkan dukungan nyata.

“Tantangan utama memang di pembiayaan dan modal kerja. Karena itu, perlu ada sinergi antara BKSAP, kementerian terkait, dan perguruan tinggi agar ada tim teknis yang memberikan masukan konkret dalam implementasi IEU-CEPA,” katanya.

Lebih lanjut, Ade menekankan bahwa BKSAP DPR RI akan berkoordinasi dengan Komisi I, Komisi VI, dan Komisi XI DPR RI serta kementerian terkait seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koperasi dan UKM untuk memperkuat kesiapan nasional dalam menjalankan kesepakatan tersebut.

“IEU-CEPA ini bukan hanya kerja pemerintah atau parlemen, tapi kerja bersama semua pemangku kepentingan,” tegas dia.

Dia mengungkapkan, dengan pemberlakuan tarif 0 persen untuk 80 persen produk ekspor Indonesia ke Uni Eropa, Ade meyakini perjanjian ini dapat memperluas akses pasar, meningkatkan investasi, serta membuka lapangan kerja baru.

“Kita ingin memastikan bahwa perjanjian ini tidak hanya menguntungkan secara makro, tapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan UMKM di daerah,” tuturnya.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today